BANDA ACEH – Melihat rentannya kelompok pemuda berusia 15 – 25 tahun yang mudah tergoda untuk terlibat dalam berbagai aksi kekerasan, terutama di daerah pascakonflik dan lingkungan sekolah, The Leader dan Inspiring Development (InDev) berkolaborasi menggagas program Youth Coalition for Suistanable Peace (YCSP) 2018.
Seperti diketahui pemuda dengan rentang usia tersebut jumlahnya mencapai seperlima penduduk Indonesia.
“YCSP 2018 kami gagas sebagai bentuk kepedulian kami karena melihat adanya tren peningkatan tindak kekerasan pada usia anak sekolah yang mengakibatkan terganggunya proses belajar mengajar dan rusaknya reputasi sekolah sebagai institusi pendidikan,” ujar Muhammad Fathun Project Officer YCSP 2018, kepada portalsatu.com/, Selasa, 23 Januari 2018.
Program yang didukung sepenuhnya oleh Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk Indonesia melalui Program Alumni & YSEALI Internasional ini, bertujuan mempersiapkan 150 pemuda pelajar untuk menjadi aktor yang mampu mengambil peran aktif dalam mempromosikan nilai-nilai perdamaian dan nirkekerasan dari sekolah ke komunitas secara berkelanjutan.
“Kita memilih peserta berasal dari daerah yang dianggap rentan dengan kasus kekerasan atau berada di lokasi yang terkena dampak konflik antarkelompok masyarakat seperti di Aceh, Ambon, Ternate, Makassar dan Poso,” tambah Direktur Eksekutif The Leader ini.
Untuk menyukseskan kegiatan ini, The Leader dan InDev juga menggandeng lima organisasi pemuda yang berada di bawah jaringan “Indonesia Non Violent Study Circle Network” sebagai koordinator lokal yaitu Kupiah Aceh, NVSC Network Ambon, Youth Solidarity for Social Change Ternate, Gen Peace Poso dan Youth Peace Ambassador of Sulawesi Makassar.
Para peserta nantinya akan tinggal bersama anggota masyarakat di desa yang akan menjadi tuan rumah kegiatan ini selama lima hari. Mereka akan dibekali dengan nilai-nilai perdamaian, keterampilan mentransformasikan konflik untuk perubahan sosial, pembangunan karakter dan strategi mewujudkan mimpi masa depan.
Kegiatan ini akan dimulai sepanjang Februari hingga Maret 2018.
”Maluku menjadi lokasi kick off Youth Coalition yang telah digelar 17-22 Januari lalu dan penutupan kegiatan ini akan dilakukan di Sabang, Aceh pada awal Maret,” tambah peserta YSEALI Go NGO Workshop di Filipina ini.
Ketiga puluh pelajar di setiap masing-masing daerah akan berinteraksi langsung dengan pemuda desa dan menyusun aksi bersama di akhir kegiatan. Semua peserta diharapkan akan aktif bergerak bersama untuk mendorong kerja-kerja sukarela dengan semangat saling berbagi, belajar, berjejaring dan menginspirasi dengan membawa satu misi bersama yaitu Melestarikan Perdamaian dari Sekolah ke Komunitas.[]




