BANDA ACEH – Kolektor Manuskrib Masailal Mukhtadi, Tarmizi A. Hamid, mendukung upaya Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, memugar makam Syekh Muhammad Daud Baba Ar Rumi..

Menurutnya, tindakan itu sudah tepat. “Namun masih banyak hal yang harus dilakukan oleh Wali kota Banda Aceh, terutama pengungkapan biografi sejarah leluhur ulama besar asal Turki tersebut,” kata Tarmizi di Banda Aceh, Selasa, 25 September 2018

Tarmizi menyebutkan, harus ada informasi sejarah singkat berupa display di kompleks makam ini.  

“Selain memugar makam Tgk. Chiek Di Leupeue, saya berharap pemerintah juga harus lebih serius memugar ratusan makam situs sejarah lainnya yang masih berserak di dalam kota, terutama ulama Kesultanan Aceh dan ulama Zawiyah pada masa Kesultanan Aceh,” katanya.

Tarmizi megatakan, nama lengkap ulama ini adalah Syekh Daud Bin Ismail bin Agha Mustafa bin Agha Ali ar-Rumi atau Syekh Muhammad Daud Baba Ar Rumi atau masyarakat Aceh masa lalu sering melakap dengan nama populer sebagai Tgk. Chiek Di Leupeue (bukan Tgk. Di Leupu).

Menurutnya, ini adalah sesuatu identifikasi yang salah, namun dari sisi kesadaran bersejarah atau berusaha menghargai sebuah sejarah, ia sangat menghargai. 

“Bukankah mereka para sufi itu telah cukup banyak memberi kontribusi keilmuannya kepada kita di Aceh yang sampai hari ini masih kita baca, terutama lewat manuskrip, karena ada manuskrip lah kita bisa mengetahui kehidupan para intelektual islam masa lalu,” katanya.

Tarmizi menambahkan, tindakan wali kota sangat ia apresiasi, tapi itu harus berkelanjutan pada sisi pemeliharaan kompleks makam, memberi insentif yang layak kepada khadam atau petugas kebersihan makam agar terawat dengan baik. Karena warga Turki kalau ke Banda Aceh selain berziarah ke Makam Tgk. Chiek di Leupeue' ini juga ke Kompleks Makam Tgk. Chiek Di Bitay.

Katanya lagi, memelihara makam sebagai situs sejarah ulama besar masa lalu tesebut, sudah menjadi tugas dan kewajiban penguasa dan masyarakat. “Tugas itu demi kepentingan menjaga kemurnian sejarah dan kepentingan ilmu pengetahuan kepada anak-anak kita nanti,” pungkasnya.[]