Senin, Juli 22, 2024

Tokoh Masyarakat Kota Sigli...

SIGLI - Para tokoh masyarakat dari 15 gampong dalam Kecamatan Kota Sigli menyatakan...

Tim Polres Aceh Utara...

LHOKSUKON – Kapolres Aceh Utara AKBP Nanang Indra Bakti, S.H., S.I.K., bersama jajarannya...

Pasar Malam di Tanah...

SIGLI - Kegiatan hiburan Pasar Malam yang digelar di tanah wakaf Tgk. Dianjong,...

Tutup Dashat, Kepala DPMPPKB...

ACEH UTARA – Kegiatan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) yang dilaksanakan secara serentak...
BerandaKomentar Teuku Riefky...

Komentar Teuku Riefky Harsya Soal Rekomendasi Dialog Ekonomi Aceh Hingga APBA

JAKARTA – Anggota DPR RI, Teuku Riefky Harsya, mendukung penuh tujuh poin rekomendasi hasil Dialog Pembangunan Ekonomi Aceh Hebat dalam Forum Silaturahmi Aceh Meusapat. 

“Tentunya kami dari DPR RI (asal Aceh) akan mendukung penuh rekomendasi tersebut. Kawan-kawan di DPD RI juga dapat mendukung upaya ini,” ujar Teuku Riefky Harsya saat diminta tanggapannya usai mengikuti forum diskusi tersebut di Kantor Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA), Jakarta Pusat, Ahad, 30 Juni 2019.

Menurut Teuku Riefky, selanjutnya perlu penyelarasan rekomendasi tersebut terhadap anggota DPR dan DPD RI asal Aceh terpilih nanti setelah dilantik pada Oktober 2019, sehingga dapat mengawal rekomendasi ini lima tahun ke depan.

“Jadi, saya rasa ini forum yang sangat baik, mewakili stakeholder dari berbagai lapisan masyarakat, berbagai kepentingan masyarakat, dan perlu kita dukung,” kata anggota DPR dari Partai Demokrat ini.

Ditanya pendapatnya soal langkah awal yang perlu dilakukan untuk menindaklanjuti rekomendasi tersebut, Teuku Riefky mengatakan, “Yang pertama, rekomendasi tersebut juga harus disampaikan kepada Forbes DPR dan DPD RI asal Aceh, kemudian kita lihat tupoksinya, karena di DPR dan DPD RI juga ada pembagian tupoksi. Di situ mungkin kita bagi tugas”.

Baca jugaIni Kata Mualem Usai Dialog Pembangunan Ekonomi Aceh Hebat

Saat merespons rekomendasi tersebut pada pengujung Forum Silaturahmi Aceh Meusapat, Plt. Gubernur Nova Iriansyah berharap anggota DPR ikut membantu memperjuangkan kewenangan-kewenangan atau hak-hak Aceh yang belum direalisasikan pusat.

“Ya, pasti. Artinya, perjuangan tetap harus terus kita lakukan, dan memang selama ini juga kita lakukan tapi belum berhasil 100 persen. Namun, sudah banyak perbedaannya dari sebelum diperjuangkan. Tentu ini tidak boleh berhenti, harus terus berjalan walaupun mungkin membutuhkan waktu dan perjuangan panjang,” ujar Teuku Riefky.

Diminta pandangannya soal Aceh memiliki uang cukup banyak, dan bagaimana agar APBA itu dapat menyejahterakan rakyat, Teuku Riefky mengatakan, “Kuncinya adalah semua program itu, pertama, harus ditujukan untuk kesejahteraan masyarakat. Kedua, untuk peningkatan lapangan pekerjaan. Dan, ketiga, meningkatkan penghasilan (pendapatan) daerah”.

“Tujuannya ke situ, nanti tinggal program teknisnya apakah di sektor pertanian, parawisata, perdagangan dan sebagainya. Itu tinggal turunannya. Tetapi kalau saya lihat arahnya, visi misinya sudah dapat, bahkan program-program teknisnya juga sudah dapat, tinggal ini harus kita kawal bersama-sama, baik pemerintah kabupaten/kota, provinsi, pusat, baik itu DPRK-nya, DPRA-nya dan DPR RI,” pungkas Teuku Riefky Harsya.

Diberitakan sebelumnya, Dialog Pembangunan Ekonomi Aceh Hebat pada acara Halal Bihalal dan Forum Silaturahmi Aceh Meusapat yang digelar Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) di Kantor BPPA, Jakarta Pusat, Ahad, 30 Juni 2019, menghasilkan tujuh poin rekomendasi. 

Kegiatan tersebut dibuka Plt. Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, dan dihadiri Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud Al-Haytar, Muzakir Manaf, Tarmizi A. Karim, Teuku Riefky Harsya (anggota DPR RI asal Aceh), Azhari Cage dan Kautsar (anggota DPRA), Mawardi (Bupati Aceh Besar), Sudirman dan Fachrul Razi (anggota DPD RI asal Aceh), Abdullah Puteh (anggota DPD RI terpilih hasil Pemilu 2019), Makmur Budiman (Ketua Kadin Aceh), Fauzi Husin (mantan Kepala BPKS Sabang), dan sejumlah tokoh lainnya, termasuk Teuku Wisnu, artis dan pengusaha berdarah Aceh di Jakarta. Turut hadir sejumlah Kepala SKPA.

Dialog tersebut menampilkan empat pembicara, yakni Kepala Kantor Bank Indonesia Perwakilan Aceh, Zainal Arifin Lubis, Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Dr. Ir. Hamman Riza, M.Sc., Rektor Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Prof. Dr. Syamsul Rizal, M.Eng., dan Kapala Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Aceh, Ir. Sabri Basyah. Diskusi dipandu Nezar Patria, wartawan senior di Jakarta yang merupakan putra Aceh.

Berikut selengkapnya Rekomendasi Dialog Pembangunan Ekonomi Aceh Hebat Forum Silaturahmi Aceh Meusapat:

A. Merekomendasikan Forum Aceh Meusapat menjadi agenda reguler Pemerintah Aceh sebagai wadah mendiskusikan gagasan, menampung masukan dan menghubungkan kepentingan Aceh. Forum Aceh Meusapat dilaksanakan secara periodik oleh BPPA di Jakarta untuk selanjutnya diarahkan terselenggara bergilir di kabupaten/kota dalam Provinsi Aceh demi menggali potensi dan menyiapkan strategi pengembangan sektor ekonomi unggulan sesuai kawasan masing-masing. 

B. Mendukung Pemerintah Aceh menyiapkan instrumen dan kebijakan strategis untuk optimalisasi pembangunan ekonomi Aceh melalui sektor prioritas: Pertanian/Perkebunan, Perdagangan, Perikanan dan Pariwasta sebagai upaya menunjang dan memacu akselerasi 15 program unggulan Pemerintah Aceh.

C. Meminta bank-bank yang beroperasi di Aceh mengalokasikan pembiayaan maksimal pada sektor-sektor ekonomi prioritas yakni Pertanian/Perkebunan, Perdagangan, Perikanan dan Pariwisata Aceh.

D. Mengimbau pengusaha-pengusaha diaspora Aceh untuk aktif berinvestasi, membina dan mendukung terciptanya lapangan kerja kreatif dan kompetitif di Aceh.

E. Memperkuat sinergi Pemerintah Aceh, Dunia Usaha/Industri, Perguruan Tinggi dan Media dalam implementasi strategi pembangunan ekonomi Aceh Hebat yang berbasis teknologi, data, konektivitas dan kompetensi sumberdaya manusia.

F. Mendorong partisipasi media memberikan informasi mengenai Aceh yang kondusif dan fakta-fakta inspiratif terkait dunia investasi dan pembangunan ekonomi Aceh Hebat.

G. Meminta Pemerintah Aceh untuk membuka Bank Aceh Cabang Jakarta dan mendorong warga Aceh diaspora berpartisipasi dengan membuka rekening dan bertransaksi melalui Bank Aceh Cabang Jakarta.[](*)

Lihat pulaPlt. Gubernur: Reformasi Bank Aceh Syariah akan Terjadi Seminggu ke Depan

 

Baca juga: