Ulama itu pembawa cahaya. Sekiranya kita sungguh-sungguh memuliakan ulama dan berusaha dekat dengan ulama, bukan mustahil kelak salah satu keturunan kita akan jadi ulama. Insya Allah.
Sabtu kemarin, untuk kesekian kalinya saya berjumpa dengan Ustadz Adi Hidayat. Tepatnya, di acara Nussa Rara, ICE-BSD. Banyak selebriti yang hadir di sana dalam rangka menuntut ilmu seperti Nagita Slavina, Chacha Frederica, Ferdy Hasan dll.
Alhamdulillah, Sandiaga Uno turut hadir. Dengan rendah hati, beliau duduk sebagai jamaah, mendengar ceramah Ustadz Adi sampai selesai. Namanya belajar kan harus. Nggak pandang status.
Setelah ceramah, di belakang panggung Ustadz Adi juga mengetes hafalan anak-anak. Menjelang pulang, #UstadzAdiHidayat sempat bertemu Annisa Posan (istri AHY) dan memberinya nasehat.
Tak terasa air mata saya menetes ketika mendengar ceramah dan nasehat beliau.
Orang-orang seperti saya ini, disebut santri aja nggak pantes, apalagi disebut ustadz. Tapi saya berusaha mengenal ustadz-ustadz lebih dekat. Berharap ilmu. Berharap nasehat. Berharap didoakan.
Sampai detik ini saya rutin ikut kajian minimal dua kali seminggu, di berbagai tempat. Sudah sekian tahun. Saran saya, apapun profesi kita dan posisi kita, sempatkan hadir di kajian. Setidaknya sekali seminggu. Insya Allah dampaknya bagus sekali buat kehidupan kita.
Keep on learning. Kata guru saya, “Mereka yang sungguh-sungguh dengan ilmu dijamin tidak fakir.” Kok bisa? Ya bisa, karena ilmu itu cahaya, fakir itu gelap. Nggak bakal bertemu kedua-duanya!
Learn, then you earn. Kalau belajar, rezeki akan lebih mudah untuk dikejar. Dan lihatlah, agama memerintahkan kita untuk mencari ilmu, bukan menunggu ilmu. Maka, sudah semestinya kita mengalokasikan waktu dan menjadwalkan diri untuk mengikuti forum-forum ilmu seperti seminar, training, dan kajian.
Saya harap teman-teman setuju dengan saya.[]
Oleh Ippho Santosa
Trainer dan Mentor Bisnis. Kiriman Taufik Sentana.




