JAKARTA – Komisi 7 DPR Aceh merasa prihatin dengan kondisi anjungan Aceh di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) yang dinilai kurang terawat dan tidak teratur.
“Menurut Kasie Anjungan Aceh Ibu Cut Putri, anjungan Aceh cuma punya anggaran Rp 500 juta, tidak cukup untuk biaya perawatan dan pemeliharaan,” kata anggota Komisi VII Hj Ismaniar yang dihubungi di Jakarta, Kamis, 17 Mei 2017.
Komisi 7 melakukan kunjungan ke anjungan Taman Mini Indonesia Indah, Rabu, 16 Mei 2017, dengan anggota lengkap.
Pada kunjungan tersebut Komisi 7 memberi saran kepada pengelola untuk lebih produktif lagi mempromosikan kesenian dan kuliner Aceh, dan bukan hanya pada saat ulang tahun TMII.
“Komisi 7 sarankan juga supaya anjungan Aceh di TMII punya jadwal untuk mempromosikan kabupaten/kota setiap bulan, tujuannya agar bervariasi dan diminati,” ujar Ismaniar.
Untuk itu, komisi 7 sangat berharap Pemerintah Aceh melakukan renovasi, dan perlu penataan taman yang serasi.
Komisi 7 DPR Aceh yang turut bersama-sama meninjau Anjungan Aceh di TMII adalah Ketua Komisi 7 H. Gufran Zainal Abidin, Sekretaris Hj. Aisyah Ismnail Daud, Hj. Ummi Kalsum, T. Iskadar Daod, Zulfikar ZB Lidan, Wan Iskandar, dan Hj Ismaniar.[]



