SUBULUSSALAM – Komisi Akreditasi Nasional Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI turun di dua puskesmas di Kota Subulussalam untuk memonitoring dan menilai semua fasilitas dan kegiatan sebagai syarat untuk mendapatkan akreditasi.

Kedua puskesmas yang dikunjungi Tim Surveyor Akreditasi Kemenkes itu masing-masing Puskesmas Jontor di Kecamatan Penanggalan dan Puskesmas Bakal Buah di Kecamatan Simpang Kiri yang belum terakreditasi.

Sementara lima puskesmas lainya telah terakreditasi yakni Puskesmas Penanggalan, Simpang Kiri, Rundeng, Sultan Daulat dan Longkib. Dari tujuh puskesmas di Kota Subulussalam, enam di antaranya non rawatan dan satu rawat inap yakni Puskesmas Sultan Daulat.

Ketua Tim Surveyor Akreditasi Kemenkes, Drs Sudiyono WS. Apt. M. Kes mengatakan tujuan akreditasi untuk mendapat pengakuan dari Kemenkes setelah memenuhi semua syarat yang telah ditentukan berdasarkan Permenkes Nomor 71 Tahun 2013 dan Permenkes Nomor 99 Tahun 2015 tentang pelayan kesehatan.

“Pengakuan terhadap hasil penilaian pemenuhan standar pelayanan untuk meninggatkan mutu pelayanan secara berkesinambungan,” kata Sudiyono dalam temu ramah dengan Wali Kota Subulussalam, H Affan Alfian Bintang SE beserta unsur muspida di pendopo wali kota, Kamis 10 Oktober 2019 malam.

“Jika nanti puskesmas tidak lulus akreditasi maka akan putus kerjasama dengan BPJS, yang rugi juga masyarakat sekitar, karena tidak bisa lagi dilayani BPJS,” sambunya di hadapan Wakil Wali Kota Drs Salmaza MAP,  Ketua sementara DPRK Ade Fadly Pranata Bintang, Dandim Letkol Inf Winarko S Ag dan Ketua MPU H. Azahruddin Paeteh dan para kadis yang hadir dalam kegiatan itu.

Sementara Wali Kota Subulussalam, H. Affan Alfian Bintang menyambut baik kehadiran Tim Surveyor turun ke Bumi Sada Kata  melakukan penilaian di Puskesmas Jontor dan Bakal Buah untuk mendapatkan akreditasi.

Suamai Hj Mariani Harahap ini berharap kedua puskesmas tersebut agar terus meningkatkan pelayan prima kepada masyarakat yaitu kecepatan, ketepatan, keramahan dan kenyamanan, senyum serta tegur sapa.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Subulussalam, Mashuri SKM menambahkan akreditasi mekanisme untuk mendorong mutu dan kinerja dilakukan lembaga independen dari Kemeskes terhadap puskesmas sebagai garda terdepan dalam melayani masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, Mashuri juga memperkenalkan 13 dokter intensif dari sejumlah perguruan tinggi dan 4 dokter dari Nusantara Sehat yang akan mengabdi selama setahun di Puskesmas Penanggalan dan RSUD Kota Subulussalam.[]