Adalah pagi yang engkau harapkan
pagi yang tersembunyi di balik sibuk zaman dan terselip di lipatan daun usia.
Beranjak perlahan membungkus asa
lewat sinaran mentari,
ada yang membias, ada yang terpana
ada cerita yang belum ditulis
atau masih mengendap ingatan tentang
selimut malam yang tebal bersama dedebu yang tajam.
Pagi yang ramah adalah awal semula harap, sebelum kita bergelut dengan trauma dan kecemasan baru. Sebab kita masih ragu tentang esok, padahal kita hanya dituntut memberi warna, agar warna itu membentuk pagi yang abadi.[]
Taufik Sentana
Peminat sastra sufistik.
Sedang menyiapkan Buku Puisi “Password Kebahagiaan”.


