Oleh Ustaz Muhammad Haikal, Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Alquran UIN Ar-Raniry
Fenomena program tahfidz di berbagai sekolah dan lembaga akhir-akhir ini menunjukkan banyak anak yang menghafal Al-Qur’an dengan jumlah juz yang tidak sedikit. Namun, ketika disuruh membaca Al-Qur’an, banyak dari mereka yang tidak dapat membaca dengan baik dan benar.
Hal itu menunjukkan ada masalah dalam metode penghafalan dan pemahaman Al-Qur’an.
Kita tidak dapat menyalahkan dengan pasti siapa pelaku utamanya dalam masalah ini. Namun, semua pihak harus mau evaluasi atau muhasabah diri untuk memperbaiki keadaan. Mulai dari pimpinan, kurikulum sekolah/lembaga, pengajar Al-Qur’an, metode yang dipakai, orang tua hingga anak didik itu sendiri harus bekerja sama untuk meningkatkan kualitas penghafalan Al-Qur’an.
Prioritaskan yang Wajib
Kita harus ingat pesan Al-Qur’an dan Hadis bahwa memang benar penghafal Al-Qur’an itu semakin banyak hafalannya maka semakin mulia dan tinggi derajatnya di surga.
Namun, kita juga harus memahami hukum menghafal Al-Qur’an itu sunnah, sedangkan membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar sesuai kaidah tajwid hukumnya wajib.
Maka, kita harus mendahulukan yang wajib daripada yang sunnah.
Pentingnya Murajaah
Bagi yang sudah lancar membaca Al-Qur’an pun, jika ingin menghafal Al-Qur’an, maka jangan lupakan ada yang namanya “murajaah (mengulang hafalan) Al-Qur’an”. Dijelaskan oleh banyak ulama, menambah hafalan Al-Qur’an itu sunnah sedangkan mengulang hafalan Al-Qur’an itu wajib. Maka, kita harus memahami pentingnya murajaah dalam mempertahankan hafalan Al-Qur’an.
Kualitas Hafalan
Lebih dalam lagi, kita harus memahami pentingnya mendahulukan kualitas hafalan walau sedikit daripada kuantitas hafalan tapi lemah dan mudah lupa.
Kualitas hafalan yang baik akan membantu kita dalam memahami dan mengamalkan ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Tujuan Menghafal Al-Qur’an
Kita harus memahami apa sebenarnya tujuan kita menghafal Al-Qur’an. Apakah hanya untuk mendapatkan gelar penghafal Al-Qur’an atau untuk memahami dan mengamalkan ajaran Al-Qur’an?
Jika kita memahami tujuan yang sebenarnya, maka kita akan lebih fokus pada kualitas hafalan dan pemahaman Al-Qur’an.
Pesan untuk Semua Pihak
Saya menulis ini bukan karena sentimentil belaka, tapi sebagai lulusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, baik teori maupun pengalaman, ini adalah amanah ilmu yang mesti disampaikan.
Sekali lagi, bukan untuk menyalahkan siapa pun, tapi agar bahan evaluasi untuk semuanya, termasuk kami pribadi.
Kita harus bekerja sama untuk meningkatkan kualitas penghafalan Al-Qur’an dan memahami esensi dari menghafal Al-Qur’an.
Kesimpulan
Dalam membangun komitmen yang kuat dalam menghafal Al-Qur’an, kita harus memahami esensi dari menghafal Al-Qur’an, mendahulukan yang wajib daripada yang sunnah, dan memahami pentingnya murajaah.
Kita juga harus memahami pentingnya kualitas hafalan dan tujuan sebenarnya dari menghafal Al-Qur’an. Dengan demikian, kita dapat meningkatkan kualitas penghafalan Al-Qur’an dan memahami ajaran Al-Qur’an dengan lebih baik.[]






