ACEH JAYA – Komunitas 1000 Guru Aceh mengadakan kegiatan TNT#2 (.traveling and teaching), Jumat sampai Minggu, 25-27 Maret 2016. Selain memotivasi anak-anak pedalaman di SDN 5 Gampong Bintah Pasie Raya, para relawan ini bersama masyarakat juga mengunjungi CRU Air Terjun Krueng Ayoen, Sampoiniet, Aceh Jaya.

Koordinator 1000 Guru Aceh, Andri Munazir mengatakan, melalui program “traveling and teaching” pihaknya mengajak kalangan anak muda dari berbagai latar belakang profesi untuk berbagi ilmu pengetahuan, memotivasi anak-anak pedalaman, dan memberikan bantuan alat-alat untuk proses belajar kepada mereka.

“Sekolah yang dipilih ini (SDN 5 Pasie Raya) karena kondisinya yang berbeda dibanding sekolah lain di sekitarnya. Sekolah yang jauh dari pemukiman penduduk, kurangnya fasilitas sekolah, buku-buku pelajaran dan guru yang terbatas,” kata Andri Munazir melalui siaran pers diterima portalsatu.com, Selasa, 29 Maret 2016.

Andri menyebut anak-anak pedalaman juga berhak mempunyai cita-cita, impian serta semangat yang sama dengan anak-anak seumuran di seluruh Indonesia. “Untuk tetap mengenyam pendidikan serta belajar untuk saling menghargai satu sama lain,” ujarnya.

“Kegiatan ini juga dapat menjadi pelajaran buat kita semua, walau dengan keterbatasan mereka mempunyai semangat yang luar biasa,” kata Andri lagi.

Menurut Andri, kegiatan tersebut murni aksi sosial untuk membantu anak-anak di daerah pedalaman dan perbatasan untuk mendapatkan pendidikan lebih baik. “Aksi sosial ini tidak ada unsur politik,” ujarnya.

Andri menambahkan, relawan 1000 Guru Aceh sekitar 30 orang dan masyarakat sekitar kemudian berkunjung ke CRU (Conservation Response Unit) Air Terjun Krueng Ayoen, Sampoiniet, Aceh Jaya. “Untuk menikmati keindahan alam dan pentingnya menjaga serta melestarikan flora fauna di sekitarnya,” ujar dia.[](rel)