BANDA ACEH Ketua Harian Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh Kamaruddin Abu Bakar atau Abu Razak secara resmi melepas atlet Persatuan Angkat Berat, dan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABBSI) Aceh untuk mengikuti Kejuaraan Angkat Besi Internasional Piala Raja Egat ke XIV dan Piala Ratu Egat ke X, yang berlangsung tanggal 1 hingga 10 Mei 2016 di Nakhon Ratchasima, Thailand. Tempat berlangsungnya kejuaraan tersebut merupakan kota kelahiran Raja Thailand.
Berdasarkan siaran pers diterima portalsatu.com, Senin, 2 Mei 2016, turut mendampingi Abu Razak pada acara pelepasan atlet ini, Ketua Pemusatan latihan daerah (Pelatda) Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX 2016 Bachtiar Hasan, dan Wakil Ketua I Bidang Organisasi KONI Aceh Musa Bintang.
Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) PABBSI Aceh T Rayuan Sukma yang juga Wakil Ketua III Bidang Litbang KONI Aceh, dalam laporannya kepada Abu Razak mengatakan, kepercayaan yang telah diberikan Pengurus Besar (PB) PABBSI merupakan suatu kebanggaan dan kesempatan yang tepat bagi lifter Aceh, yang saat ini juga tengah dipersiapkan untuk menghadapi PON XIX 2016 di Jawa Barat September nanti.
Dari seluruh Indonesia, hanya lima provinsi yang dipercayakan oleh PB PABBSI untuk mengikuti kejuaraan level internasional tersebut, yaitu Aceh, Lampung, Sumatera Barat, Riau dan Jawa Barat.
Para atlet dan pelatih akan berangkat menuju Thailand besok sore, 3 Mei 2016, dan akan mulai bertanding pada tanggal 6 Mei 2016. Mereka adalah Nurul Akmal kelas yang akan turun di kelas +75 kilogram (kg), Meutia Putri kelas 48 kg, Surahmat kelas 56 kg dan M zulhilmi kelas 85 kg. Didampingi Pelatih Kepala PABBSI Aceh Sori Enda Nasution, dan asisten pelatih Effendi E Ria.
Kita tidak memasang target medali (pada kejuaraan internasional di Thailand). Karena kita belum tahu peta kekuatan negara-negara yang ikut dalam kejuaraan ini, lapor T Rayuan kepada Abu Razak.
Namun kata T. Rayuan, pihaknya memasang target, angkatan atau prestasi atlet Aceh harus lebih baik dari peserta asal Indonensia yang ikut pada Kejuaran Piala Raja dan Ratu Thailand tersebut. Sejauh ini tambahnya, atlet angkat besi Aceh cukup diperhitungkan di tingkat nasional. Saingan terdekat kita Jawa Barat.
Menanggapi laporan T. Rayuan, Abu Razak mengatakan, pihaknya berkeyakinan para lifter Aceh akan berhasil menoreh prestasi di Thailand. Ia mengaku selama ini terus memantau perkembangan latihan para atlet. Saya tidak ragu. Saya tahu para atlet rutin berlatih, dan pelatih selalu mendampingi atlet, kata Abu Razak.
Harumkan nama Aceh khususnya dan Indonesia umum di kancah internasional. Usaha keras dan doa, itu adalah senjata kita, pesan Abu Razak.
Selamat berjuang di negeri Jiran, dan akan kembali dengan hasil yang memuaskan. Ini adalah ajang untuk mewujudkan cita-cita kalian semasa latihan, kata Abu Razak lagi.
Pada kesempatan itu Abu Razak juga menyampaikan bahwa KONI Aceh menaruh harapan kepada atlet PABBSI Aceh untuk dapat menyumbangkan emas di ajang PON XIX 2016, Jawa Barat. Ia juga berharap kepada PABBSI Aceh untuk giat melakukan regenerasi atlet. Meskipun ke depan bukan kami lagi disini (pengurus KONI Aceh), tapi pengorbitan bibit atlet adalah prioritas KONI Aceh kali ini.
Sementara itu Ketua Pelatda PON Bachtiar Hasan menyampaikan kepada atlet dan pelatih PABBSI Aceh bahwa ajang yang akan segera dilakoni di Thailand juga akan menjadi barometer untuk persiapan PON XIX 2016 Jawa Barat. Mudah-mudahan para atlet kita bisa membuat rekor tersendiri.[] (rel)




