SUBULUSSALAM – Oknum Pegawai Honorer Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Subulussalam inisial EP disebut-sebut orang yang berhubungan langsung dengan guru PNS berkaitan pengurusan berkas kenaikan golongan.
“Kalau mengurus berkas kami diminta untuk menjumpai saudara EP tenaga honorer di Disdikbud. Uang juga dikasih sama oknum inisial EP tenaga honorer, ke dia,” kata korban pungli guru PNS, Muhammad Ismail kepada portalsatu.com, Rabu, 11 Januari 2017.
Ia mengatakan saat menyerahkan uang senilai Rp1,5 juta kepada EP ketika mengurus berkas kenaikan golongan beberapa bulan lalu sempat menanyakan kegunaan dana kutipan tersebut.
Berdasarkan pengakuan EP pada saat itu, kata Muhammad Ismail, uang itu diperuntukkan ke sejumlah pos-pos tertentu. Namun yang bersangkutan tidak menjelaskan kepada pejabat siapa saja dana itu disalurkan.
“Saya pernah tanya uang ini untuk siapa saja, katanya ini uang sudah ada jatah pos-pos tertentu,” kata Muhammad Ismail mengutip pengakuan beberapa waktu lalu.
Muhammad Ismail mengaku tidak tahu ke mana saja dana tersebut diserahkan, pasalnya, seluruh guru termasuk dirinya hanya berurusan dengan EP saat menyiapkan berkas kenaikan golongan.
“Kalau itu hanya dia yang tahu, saya cuma serahkan uang ke EP, itu karena terpaksa, supaya berkas-berkas cepat siap,” kata Muhammad Ismail didampingi sejumlah rekannya, Yuliardi dan Ari Prayudi.
Menurutnya, jumlah korban pungli diperkirakan mencapai ratusan orang mengingat jumlah guru PNS sangat banyak di lingkungan Pemerintah Kota Subulussalam. Namun yang berani bersuara dan menentang kutiban itu hanya beberapa orang saja.
“Wah kalau jumlah banyak, ratusan pun ada, cuma yang berani bersuara hanya beberapa orang saja. Cuma jika polisi dan jaksa mau mengusut, bisa kita kumpulkan,” kata Muhammad Ismail.
Guru PNS SMPN 2 Simpang Kiri, Ari Prayudi mengatakan seharusnya penilaian untuk Penetapan Tindakan Kelas (PTK) dilakukan oleh orang yang profesional yang sudah ditetapkan berdasarkan SK kementerian sebanyak enam orang guru senior.
“Namun mereka tidak difungsikan, malah disuruh tenaga honor,” kata Ari Prayudi.




