Senin, Juli 15, 2024

Kapolres Aceh Utara AKBP...

LHOKSUKON - AKBP Nanang Indra Bakti, S.H., S.I.K., kini resmi mengemban jabatan Kapolres...

Temuan BPK Tahun 2023...

BLANGKEJERN - Badan Pemeriksa Keungan (BPK) Perwakilan Aceh menemukan kelebihan pembayaran pada anggaran...

Pj Bupati Aceh Utara...

ACEH UTARA - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menerbitkan surat keputusan (SK) tentang...

Kadispora Lhokseumawe Apresiasi Pejuang...

LHOKSEUMAWE - Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) XVII Provinsi Aceh di Aceh Timur...
BerandaKorupsi Pengadaan Ternak:...

Korupsi Pengadaan Ternak: Berkas Perkara ES Segera ke Jaksa

LHOKSEUMAWE – Penyidik Unit Tipikor Satreskrim Polres Lhokseumawe akan segera menyerahkan berkas perkara ES, Direktur CV Bireuen Vision (BV) ke kejaksaan setempat. ES merupakan tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan ternak bersumber dari APBK Lhokseumawe tahun 2014 senilai Rp14,5 miliar yang menurut hasil audit BPKP Perwakillan Aceh merugikan keuangan negara Rp8,1 miliar lebih. 

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Ari Lasta Irawan, melalui Kasat Reskrim, AKP Indra T. Herlambang, kepada portalsatu.com, di ruang kerjanya, Rabu, 6 Maret 2019, mengatakan, berkas perkara ES sudah rampung. Kata dia, penyidik telah memeriksa 28 saksi serta pemeriksaan terhadap ES sebagai tersangka.

Namun, kata Indra, tersangka tidak ditahan. Pengacara ES mengajukan permohonan agar yang bersangkutan tidak dilakukan penahanan karena dalam kondisi sakit.  Hal itu dibuktikan dengan hasil pemeriksaan dokter disertai rekam medis.

“Kita targetkan jika tidak dalam pekan ini, maka paling lambat pekan depan berkas perkara itu akan dikirim ke kejaksaan. Jadi, kita menyesuaikan juga jadwal pengiriman berkas dengan pihak kejaksaan,” ujar Indra. 

Soal kemungkinan akan ada tersangka lainnya, Indra mengatakan, “Setelah nantinya dilimpahkan berkas perkara ES kepada kejaksaan, kita tunggu petunjuk dari pihak kejaksaan apakah berkasnya sudah lengkap atau ada hal yang masih perlu dilengkapi dan kita sesuaikan”.

“Kalau berkenaan aliran dana kemana saja, itu nanti kita lihat perkembangan selanjutnya,” ujar Indra T. Herlambang, yang baru beberapa pekan menjabat Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe.

Diberitakan sebelumnya, penyidik Unit Tipikor Satreskrim Polres Lhokseumawe menetapkan ES, Direktur CV BV sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan ternak itu. Penetapan tersangka dilakukan setelah gelar perkara kasus tersebut di Mapolres Lhokseumawe, Senin, 11 Februari 2019. Selain itu, polisi sudah memasukkan peminjam CV BV milik ES berinisial P ke dalam daftar pencarian orang (DPO).(BacaKorupsi Pengadaan Ternak: ES Jadi Tersangka, Peminjam CV BV Buron)[]

Baca juga: