IDI RAYEK – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebutkan akan fokus melakukan upaya pencegahan terhadap praktek korupsi di Aceh. Hal ini disampaikan Asril Sah, perwakilan tim KPK dalam acara pencegahan korupsi yang dilaksanakan di Aula Serba Guna Idi Rayek, Rabu, 5 Oktober 2016.

Asril mengatakan tugas KPK tidak hanya pada penindakan, karena hal itu hanya seperlima dari tugas KPK. Adapun tugas KPK secara umum yaitu koordinasi, supervisi, monitoring, penyelidikan serta pencegahan.

“Pandangan terhadap tugas KPK selama ini mungkin hanya penindakan saja, tapi tugas dan fungsi KPK tetap mengupayakan pencegahan dulu,” ujar Asril.

Asril menyebutkan, saat ini ada tiga wilayah yang sedang difokuskan oleh KPK, yaitu Banten, Riau, serta Sumut. Sementara untuk Aceh masih dalam upaya pencegahan.

“Ketiga wilayah tersebut juga dalam fokus kita sekarang, bahkan di antara ketiga wilayah itu sudah ada yang terpidana. Sementara Aceh ini masih tahap pencegahan, karena selain itu, kami KPK juga masih sayang sama Aceh maka dicegah dulu, jangan sampai  ada yang terpidana,” ujar Asril di hadapan kepala dinas, camat, jajaran SKPK Pemkab Aceh Timur.

Dia mengatakan ada tiga area potensi korupsi di setiap daerah di Indonesia. Yakni, pada penyusunan APBD, pengadaan barang dan jasa dan pelayanan publik.

“Ketiga area ini sangat rentan terjadinya korupsi, perihal dari adanya intervensi pada penyusunan APBD, dan hibah yang tidak teralokasi pada fokus kepentingan publik, terjadi mark up dan perizinan yang tidak transparan,” katanya.

Sementara itu, Bupati Aceh Timur, Hasballah M.Thaib mengatakan pogram pemberantasan korupsi terintegrasi yang dilakukan KPK pada hakekatnya untuk membantu Pemerintah Aceh dan pemerintah kabupaten/kota. Program tersebut bertujuan untuk memperbaiki tatakelola pemerintahan melalui upaya-upaya pencegahan sejak dini agar tidak terjadinya penyimpangan.

“Kita sangat mengapresiasi adanya program KPK dalam upaya pencegahan korupsi. Mungkin saat ini di daerah ada yang keliru di dalam mengelola administrasi. Semoga dengan adanya pencegahan seperti ini, roda pemerintahan dan pembangunan  di Aceh, khususnya Aceh Timur ke depan tertata dan terarah dengan baik,” kata pria yang akrab disapa Rocky tersebut.[]