BerandaNewsKPK Tunggu Jadwal Sidang Irwandi Yusuf

KPK Tunggu Jadwal Sidang Irwandi Yusuf

Populer

JAKARTA – Penuntut umum KPK sudah menyelesaikan surat dakwaan terhadap Gubernur nonaktif Aceh, Irwandi Yusuf, terkait dugaan suap Dana Otonomi Khusus Aceh tahun 2018.

Surat dakwaan terhadap dua tersangka lain dalam kasus dugaan suap Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA), yakni Saiful Bahri dan Hendri Yuzal juga sudah dirampungkan dan dilimpahkan ke pengadilan negeri (PN). Penuntut umum kini menunggu jadwal persidangan dari pihak pengadilan terhadap ketiganya.

“Berikutnya KPK menunggu jadwal sidang yang akan ditentukan oleh PN. Sidang dilakukan di Pengadilan Tipikor Jakarta,” ujar Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, Kamis, 15 November 2018.

Hingga hari ini, penyidik telah memeriksa 121 saksi untuk kasus DOKA maupun gratifikasi untuk melengkapi berkas Irwandi. Saksi tersebut berasal dari berbagai pihak, termasuk Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kemenkeu, Asisten 2 Provinsi Aceh, Kepala Bappeda Aceh Periode 2017, Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, PNS pada Dinas Pengairan Aceh, Dinas PUPR, Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Aceh, Direktur Utama PT Tuah Sejati, hingga unsur wiraswasta.

“Ketiganya juga masing-masing telah diperiksa sekurangnya empat kali dalam kapasitas sebagai tersangka,” kata Febri.

Irwandi selaku Gubernur nonaktif Aceh diduga menerima suap Rp1,05 miliar dari Bupati nonaktif Bener Meriah, Ahmadi. Penyerahan uang itu diduga dilakukan melalui dua orang bernama Syaiful Bahri dan Hendri Yuzal.

Ahmadi diduga memberikan uang itu sebagai ijon proyek pembangunan infrastruktur yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh Tahun Anggaran 2018.

Suap ini terungkap dari OTT yang dilakukan oleh KPK pada Selasa (4/7) malam. Dalam OTT itu, KPK mengamankan sekitar sembilan orang, termasuk Ahmadi dan Irwandi. Selain itu, KPK juga menyita sejumlah bukti berupa uang senilai Rp50 juta, bukti transaksi perbankan, serta catatan proyek.

Selain itu, baru-baru ini KPK kembali menyematkan Irwandi sebagai tersangka penerima gratifikasi Rp32 miliar dari proyek pembangunan dermaga Sabang. Bersama Irwandi, KPK juga menetapkan seorang swasta bernama Izil Azhar juga dalam perkara penerimaan gratifikasi itu.

[]Sumber: kumparan.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terkait

Berita lainya