LUKMAN pernah meniti hidup di arena terminal bus Setui, Banda Aceh, selama sekira 10 tahun, sejak usia Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

Salah seorang kawan terbaiknya di sana saat itu adalah Sofyan, yang merupakan agen bus kala itu. Sekira 40 tahun kini berlalu sudah, tapi tanpa disangka-sangka kedua sahabat ini pun bertemu kembali.

“Dari sekian banyak yang maju kali ini 2024 mencalonkan diri jadi sebagai anggota legeslatif Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), ternyata ada Lukman Abba, sahabat kami yang ikut sebagai calon DPRA di Daerah Pemilihan (Dapil) I Banda Aceh, Aceh Besar dan Sabang,” kata Sofyan, warga Banda Aceh, yang tengah duduk bersama Lukman Abba di sebuah warung kopi, Sabtu, 3 Februari 2024.

Menurut Sofyan, Lukman Abba itu pikirannya sederhana. Dia akan berbuat apapun yang dia mampu, peduli untuk membantu rekannya yang kurang beruntung secara ekonomi dibanding dirinya. Sofyan selalu mengingat apa yang pernah dilakukan Lukman terhadap dirinya dan teman-temannya, yang dulu tergabung di terminal bus Setui Banda Aceh.

“Belum lama ini, saya diajak Lukman berkeliling Banda Aceh untuk mengunjungi beberapa sekolah, dan ini akan menjadi program di hari yang akan datang jika dia terpilih nanti duduk di DPRA. Lukman punya gagasan “Saweue Sikula”, dan lon peucaya nyan (saya percaya itu) jika dia duduk di DPRA pasti diwujudkan,” kata Sofyan.

Lukman Abba di matanya, sosok yang memiliki perhatian dan peduli pada orang kecil dan bicara lugas pada kondisi sosial dan sigap membantu sesama.

“Benar, saya berhasrat duduk sebagai wakil rakyat di level DPRA, karena masih banyak ruang yang harus kita isi dan masih menjadi asa rakyat Aceh,” kata Lukman.

Lukman Abba, sejak kecil tinggal di Peulangkahan Banda Aceh. Pendidikan dasarnya di Sekolah Dasar (SD) Negeri 17 Banda Aceh, lulus 1976 meski terlahir di Bireuen 1963. Kuliahpun ditempuh Lukman Abba di Banda Aceh, USK dan UIN Ar-raniry memperoleh gelar sarjana 1991.

Lukman memiliki pengalaman dalam bidang ekonomi kerakyatan syariah. Sejak tahun 1994 bekerja dan berkarir hingga 10 tahun di Bank Perkreditan Rakyat Syariah hingga jadi Direktur BPRS Baiturrahman Tahun 2000-2004.

Selanjutnya, tahun 2007 bergabung dan menjadi Wakil Media Harian Aceh hingga menjadi Pemimpin Umum Koran Harian Aceh tahun 2008 sampai 2012.

“Situasi politik terus berubah, kemudian saya sempat wiraswasta bersama teman-teman seperjuangan dan masuk partai politik hingga sekarang ini,” ungkap Lukman Abba, warga Pineung Banda Aceh.

Lukman mengharapkan, jika Allah memberi kesempatan kepadanya, tentu dirinya akan berusaha semaksimal mungkin.

“Saat saya di media, sayapun sering memberi masukan kepada pemimpin daerah ini. Namun, ternyata jika kita di luar sistem suara kita sia-sia, kini saya ingin masuk dalam sistem, akankah dunia itu nyaman bagi kami yang dahulu suka kritis,” kata Lukman Abba yang maju melalui Partai Demokrat nomor urut 7.[]Rilis