LHOKSUKON – Belasan Gampong di Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara, terendam banjir, Sabtu, 20 Mei 2017. Banjir akibat Krueng (Sungai) Keuretoe meluap setelah hujan deras sejak beberapa hari terakhir.
Di Kecamatan Matangkuli, banjir merendam 12 gampong, yaitu Gampong Tanjong Teungku Kari, Alue Entoek, Teumpok Barat, Teungoh Seulemak, Hagu, Meuria, Siren, Alue Thoe, Lawang, Cibrek, Tanjong Haji Muda, dan sebagian Gampong Mee.
“Air sungai mulai meluap ke permukiman warga sejak subuh tadi. Banjir ini sudah menjadi langganan saban tahun, bahkan dalam setahun bisa beberapa kali banjir. Kondisi ini akibat sungai yang dangkal dan sayap tanggul hanya ada sebelah saja,” ujar Geuchik Gampong Hagu, Muhammad Nasir kepada portalsatu.com.
Di Kecamatan Lhoksukon, banjir setinggi lutut orang dewasa juga merendam Kompleks Pasar Ikan setempat. Akibatnya, beberapa pedagang menutup kedai atau tidak berjualan.
“Iya, sejak pagi pasar terendam banjir. Beberapa pedagang memilih tutup kedai. Jika kondisi begini, pembeli pun sepi. Banyak ibu-ibu enggan masuk pasar ikan karena harus melintasi air. Ditambah lagi air itu luapan parit yang bisa mengakibatkan gatal-gatal,” kata Eka, 31 tahun, warga Kota Lhoksukon.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara Munawar menyebutkan, memonitor kondisi banjir, pihaknya telah menurunkan Tim Rescue BPBD dan Search and Rescue (SAR) Aceh Utara.
“Kita sudah turunkan anggota untuk memonitor banjir di Matangkuli. Sejauh ini belum ada yang mengungsi. Warga masih bertahan di rumah masing-masing. Dua hari lalu beberapa desa di Tanah Luas juga sempat terendam, tapi hanya sesaat,” pungkas Munawar.[]



