MEUREUDU – Hujan deras mengguyur Pidie Jaya, Kamis, 19 Januari 2017 malam, mengakibatkan Krueng (Sungai) Kiran meluap. Sehingga banjir merendam pemukiman penduduk di Kecamatan Bandar Dua, Pidie Jaya (Pijay). Ratusan rumah warga di tujuh gampong sempat terendam air setinggi 20-80 cm.
Luapan sungai terjadi Kamis sekitar pukul 22.00 dan mulai surut pada Jumat sekitar pukul 03.00 WIB dini hari tadi. Tidak ada korban jiwa dan luka- luka, serta tidak ada rumah warga yang rusak dalam musibah tersebut.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie Jaya, M. Nasir, Jumat, 20 Januari 2017 kepada portalsatu.com mengatakan, banjir yang melanda kawasan itu akibat luapan Sungai Kiran setelah hujan deras di penggunungan, Kamis malam.
Luapan terjadi pada pukul 22.00 WIB dan sempat merendam ratusan rumah warga di tujuh gampong sepanjang daerah aliran sungai (DAS). 80 persen rumah di kawasan itu terendam setinggi 20 hingga 80 cm, jelas Nasir.
Setelah mendapat laporan, lanjut Nasir, pihaknya langsung mengirimkan bantuan perahu dan petugas ke lokasi itu. Petugas BPBD bersama TNI dan Polri kemudian mengevakuasi warga. Namun, menurut dia, tidak ada warga yang mengungsi, karena air kembali surut sekitar pukul 03.00 WIB, Jumat dini hari.
Banjir juga sempat merendam satu gedung sekolah dasar (SD). Meski tidak ada rumah atau bangunan yang rusak, tetapi dalam rumah dan sekolah terdapat endapan lumpur, kata Nasir.
Saat ini, kata Nasir, pihaknya sudah menyalurkan bantuan masa panik berupa sembako dan kebutuhan dapur umum. Penyalurannya dilakukan bukan per rumah, tetapi per gampong yang diserahkan melalui geuchik. Untuk sementara kita sudah menyalurkan bantuan masa panik berupa sembako untuk dapur umum, ujarnya.[]



