ACEH UTARA – Air Sungai (Krueng) Pase dilaporkan kembali meluap di Gampong Kumbang, Kecamatan Syamtalira Aron, Aceh Utara, Senin, 19 November 2018, sekitar pukul 08.30 WIB.
Luapan air sungai itu disebabkan sebelumnya jebol tanggul Kreung Pase, sehingga akibat curah hujan yang tinggi pada Minggu malam, membuat sejumlah rumah warga terendam air dengan ketinggian 50 centimeter.
Warga Gampong Kumbang, Kecamatan Syamtalira Aron, Amrizal (30), mengatakan, air sungai kembali meluap sekitar pukul 08.30 WIB, karena hujan tadi malam (Minggu) sangat deras sehingga debit air Krueng Pase bertambah. Tetapi tidak begitu parah seperti hari pertama terjadi banjir saat jebolnya tanggul tersebut.
“Memang tanggul di Gampong Kumbang ini sebelumnya juga pernah jebol pada tahun 2016, tetapi saat itu tidak terlalu parah dan masih tertangani, hanya luapan seperti biasa. Namun banjir yang tergolong parah baru kali ini hingga diterjang rumah warga,” kata Amrizal kepada portalsatu.com/, Senin.
Menurut Amrizal, pemilik rumah yang diterjang banjir itu merupakan warga kurang mampu, sehingga layak diberikan bantuan rumah.
“Sebenarnya tanggul Krueng Pase yang jebol ini sudah lama diperbaiki oleh pihak dinas terkait, tetapi seiring berjalannya waktu tanggul itu pun mulai terkikis akibat debit air sungai yang tinggi saat musim hujan. Sehingga tanggul tidak akan bertahan lama walaupun sudah diikat dengan batu, tetapi saat jebol sebelumnya apabila segera diperbaiki dengan baik tentu tidak akan terjadi jebol kedua kalinya tanggul di gampong ini,” ujarnya.
Karena jika dilihat, lanjut Amrizal, antara ketinggian tanggul Krueng Pase itu dengan debit air yang tinggi tidak sesuai. Kata dia, seharusnya tanggul harus dibangun secara maksimal dan agak tinggi sedikit lagi, dengan demikian ketika air sungai mulai meninggi tentu tidak mudah meluap ke pemukiman warga atau jebol tanggul.
“Bagi saya itu yang harus dilakukan pemerintah, ini merupakan salah satu upaya untuk mencegah akan terjadinya bencana alam atau banjir saban tahun khususnya di Aceh Utara. Karena kita melihat hampir setiap tahun di daerah kita selalu terjadi banjir. Paling penting itu dulu yaitu memperbaiki tanggul secara maksimal dan harus menggunakan bronjong,” ungkap Amrizal.
Geuchik Gampong Kumbang, Zulkarnaini, menyebutkan, pihaknya berharap tanggul itu segera diperbaiki, karena hari ini luapan air sungai kembali terjadi hingga terendam beberapa rumah warga.
“Karena kondisi curah hujan seperti ini yang deras tentu kita sangat resah, apalagi warga yang tinggal di bantaran sungai. Jika hujan lebat di kawasan pegunungan maka debit air sungai akan meninggi. Intinya tanggul ini harus dibangun dengan lebih bagus,” ujarnya.[]




