BANDA ACEH – Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) menyebutkan empat kabupaten terparah diterjang banjir dan longsor. Empat kabupaten itu Aceh Utara, Bireuen, Bener Meriah, dan Pidie.
Kepala BPBA, Teuku Ahmad Dadek, Senin, 19 November 2019, mengatakan, di Kabupaten Bireuen sebanyak 23 kepala keluarga (KK) mengungsi di Desa Darussalam dan satu jembatan gantung rusak akibat diterjang banjir.
“Tim BPBD telah melakukan kajian dan berkoordinasi dengan lintas sektor terkait, dan melakukan pendampingan terhadap masyarakat yang terdampak banjir, sekaligus mendistribusikan bantuan masa panik,” kata Dadek.
Di Kabupaten Bener Meriah, tepatnya di Desa Kemuning, Desa Pintu, Kecamatan Timang Gajah, tanah longsor menutupi badan jalan dan menumbangkan satu tiang listrik yang jatuh ke jurang sebelah kanan jalan. Sejumlah material tanah menutupi badan jalan, diperkirakan mencapai sepuluh meter dan ketebalan tanah tiga meter lebih. Selain itu, lonsor terjadi di Desa Pintu Angin hampir menutupi rumah warga. Hingga kini akses jalan mengalami lumpuh total.
“BPBA dan BPBD sedang mendata ulang sejumlah korban banjir dan longsor. Sebagian badan jalan yang tertimbun longsor sedang dibersihkan,” ujar Dadek.
Di Kabupaten Pidie, jalan Tangse-Beureunuen di Kilometer 43, Gampong Blang Bungong, Kecamatan Tangse, putus sepanjang 150 Km. Selain itu longsor terjadi di Pulo Seunong, Blang Rimeh, Blang Beungong, Blang Teungoh, Blang Dhot, Blang Pandak. Empat rumah warga rusak dan 19 KK mengungsi. Banjir merendam tujuh kecamatan, yakni Tangse, Muara Timur, Muara, Tiro, Mila, Indra Jaya, dan Keumala.
Di Kabupaten Aceh Utara banjir merendam tujuh kecamatan, yakni Syamtalira Aron, Samudera, Matangkuli, Tanah Luas, Meurah Mulia, Sawang dan Geureudong Pase.
“Untuk melakukan pendataan ulang, dan membantu mengevakuasi warga yang terjebak banjir dibantu oleh TNI, Polri, SAR Aceh Utara, relawan IPSM, RAPI, Tagana, dan relawan PSC juga ikut serta ke lokasi banjir,” kata Dadek.[]
Laporan: Khairul Anwar



