BLANGKEJEREN – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia Komjen Pol Marthinus Hukom, S.I.K., M.SI., melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Gayo Lues, Senin, 22 Januari 2024.

Selain memantau program GDAD, ia juga menyempatkan diri berkunjung ke perkebunan kopi gayo di Desa Penosan Sepakat, Kecamatan Blangjeranggo.

“Program GDAD menggantikan tanaman ganja menjadi tanaman produktif. Meskipun ganja dan tanaman produktif seperti kopi sama-sama menghasilkan uang, namun masyarakat akan lebih tenang bila menanam kopi,” katanya.

Jika menanam kopi, masyarakat tidurnya akan lebih nyenyak, nasib anaknya lebih terjamin, dan hubungan keluarga lebih harmonis.

“Bayangkan saja jika masih menanam ganja, selain harus bertanggung jawab kepada tuhan, masyarakat juga harus bertanggung jawab kepada hukum dan konsekuensinya, tidurnya tidak nyenyak, nasib anaknya tidak terjamin, dan keharmonisan dalam keluarga juga tidak ada karena selalu dalam keadaan takut,” ujarnya.

Untuk memberantas tanaman ganja di Kabupaten Gayo Lues, Kepala BNN RI akan menggunakan strategi baru, yaitu melakukan pemetaan dan pemantauan perkebunan ganja melalui alat canggih yaitu drone.

Pj. Bupati Gayo Lues H. Alhudri mengaku sangat bahagia dengan kedatangan Kepala BNN RI ke Gayo Lues, dengan harapan petani ganja bisa beralih ke tanaman produktif melalui program GDAD.

“Kami atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Gayo Lues sangat mendukung program GDAD BNN, semoga terus berlanjut hingga semua penanam ganja menjadi sadar dan mau beralih ke tanaman produktif,” katanya.[]