SIGLI – Anggota DPRK Pidie, Mahfuddin Ismail, S.Pd.I., M.A.P., melakukan kunjungan kerja ke kawasan Alue Bobot, Kecamatan Glumpang Tiga, Pidie, melihat secara langsung pembangunan jembatan penghubung Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya. Selain itu, melihat pengerasan jalan perkebunan di daerah ini.

“Kunjungan ini bertujuan, selain melihat secara langsung kondisi jembatan pasca-pembangunan dan pengerasan yang menghabiskan anggaran lebih kurang Rp1,8 miliar, dan juga melihat kondisi kebun-kebun rakyat di daerah ini,” ujar Mahfuddin Ismail yang juga Ketua DPS PA Kecamatan Glumpang Tiga Pidie, Sabtu, 6 Juli 2019.

Mahfuddin menyebutkan, banyak kebun yang dahulunya digarap oleh masyarakat di  kawasan itu, tapi dalam beberapa tahun terakhir mereka tidak berkebun lagi. Karena selain jauh dengan tempat tinggalnya juga disebabkan kurangnya infrastruktur pendukung di daerah ini. 

“Baik jalan yang apa adanya sekalian juga gunungnya terjal maupun harus melintasi lueng atau sungai-sungai kecil. Hal ini menyebabkan para petani kewalahan dan akhirnya, ya, kebun mereka diterlantarkan,” kata Mahfuddin.

“Merespons persoalan aspirasi masyarakat pekebun ini, tahun 2017 lalu perwakilan mereka menjumpai saya untuk mengusulkan jembatan dan pengerasan jalan tersebut agar memudahkan aktivitas mereka di sini. Dan ke depan mereka (pekebun) berkomitmen membuka kembali lahan perkebunan di sana,” ujar anggota Badan Anggaran DPRK Pidie ini.

Selanjutnya, Mahfuddin menginisiasi program tersebut. “Apapun tantangannya tahun anggaran 2018 program masyarakat ini wajib saya perjuangkan. Sebagai Anggota Badan Anggaran DPRK Pidie, saya berjuang keras agar aspirasi masyarakat ini bisa saya perjuangkan. Alhamdulillah, tahun 2018 sudah dimasukkan dalam APBA pos alokasi Otsus Pidie, yang memang tahun 2018 DOKA kembali menjadi hak kewenangan Pemerintah Aceh”. 

“Dan akhir tahun 2018, pembangunan jembatan penghubung dan pengerasaan jalan ini telah kerjakan. Saya sangat bahagia sebagai wakilah rakyat, ketika kita mampu memperjuangkan aspirasi masyarakat, terutama masyarakat petani pekebun. Apalagi Pidie dan Pidie Jaya dikenal dengan lumbungnya kakao (coklat) di Aceh. Walaupun belum sempurna, kami mohon doa dan dukungan dari masyarakat Pidie dan Pijay agar ke depan kami bisa memperjuangkan pengaspalan jalan pekebun di daerah ini untuk memudahkan akses dan meningkatkan perekonomian masyarakat Pidie dan Pijay,” tutur Mahfuddin.

Mahfuddin menanlmbahkan, Jalan Paya Raoh Glumpang Tiga, Pidie, sampai Panton Limeng, Bandar Baru, Pijay, ini lebih kurang 12 kilometer, ke depan akan ia komunikasikan dengan anggota DPRA khususnya Fraksi Partai Aceh. “Agar kami bisa sama-sama mencari solusi terhadap persoalan ini, mengingat masih sangat banyak membutuhkan anggaran untuk jalan ini,” katanya.

“Kalau hitungan per 1 kilometer menghabiskan anggaran Rp2 miliar, berarti ya, lebih kurang Rp24 miliar akan menghabiskan anggaran ke sini. Karenanya mohon doa dan dukungan masyarakat Pidie dan Pijay agar kami bisa memperjuangkan aspirasi pekebun ini agar ekonomi mereka akan semakin baik ke depan,” ujar Mahfuddin Ismail.[](rilis)