Karya: Jamaluddin Sulaiman
Peminat Budaya, Lhokseumawe.

Aku menanyakan hatiku
Mengapa ia liar

Sering hadir mengajak berpetualang
Dalam rimba rindu

Aku berjalan bertapak kewarasan
Kuhentikan langkah terkadang
Ia hadir meraih tangan-tangan impian untuk kembali berjalan

Waktu telah menua tersadar lembaran masih di halaman naskah yang sama

Benar terkadang ia menitis bertamu bersama embun memadamkan bara api rindu

Ratusan putaran purnama
telah berlalu
Terus berjalan dijembatan hati
Yang terkadang riuh dan sepi

Kutanyakan tentang keabadiannya
Ia adalah mimpi
Ia adalah dunia
Ia adalah fana
Namun hatiku terus terkawal tersandera

Darinya aku belajar tentang cinta yang abadi
Yang masih utuh walau zaman berganti

Sang Maha Penerima Segala Cinta!
Pencipta segala rasa
Aku masih belajar untuk jatuh cinta

Kini hatiku kutemukan
Ini sedang di gurun pengembaraan
Ia sedang di samudera berlayar dalam gelombang rindu.

Loh Angen, Kamis, 1 April 2021/puisi.[]