Kamis, Juli 25, 2024

Yayasan Geutanyoe Rayakan Hari...

LHOKSEUMAWE - Yayasan Geutanyoe merayakan Hari Anak Nasional tahun 2024 bersama 227 anak...

Hendry Ch Bangun Tanggapi...

JAKARTA - Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Hendry Ch Bangun menegaskan,...

Puluhan Personel Polres Aceh...

LHOKSUKON - Polres Aceh Utara melakukan tes narkoba melalui metode tes urine menggunakan...

Ini Kata Abu Razak...

BANDA ACEH – Venue atau tempat pelaksanaan pertandingan 33 cabang olahraga wilayah Aceh...
BerandaNewsL-300 Hantam Sepmor,...

L-300 Hantam Sepmor, Dua Tewas, Satu Bocah Kritis

LHOKSUKON – Dua wanita tewas dan satu bocah kritis dalam kecelakaan yang terjadi di kawasan Gampong Matang Bayu, Kecamatan Baktiya Barat, Aceh Utara, Senin, 29 Januari 2018 sekitar pukul 16.35 WIB. Kecelakaan itu terjadi antara sepeda motor Vario BL 3861 NAB milik korban dengan mopen L-300 BL 1783 AB.

Kapolres Aceh Utara AKBP Ahmad Untung Surianata, melalui Kasat Lantas AKP Mujibussalim kepada portalsatu.com menyebutkan, korban tewas, yaitu Juariah, 60 tahun, warga Gampong Ulee Rubek Barat, Kecamatan Seunuddon dan Nurbaitu, 24 tahun, mahasiswi asal Gampong Paya Beurandang, Kecamatan Tanah Luas. Keduanya merupakan warga Aceh Utara. Sementara korban kritis Azil, 5 tahun, cucu Juairiah.

“Dua orang yang naik sepmor meninggal, satu kritis. Dalam kecelakaan itu, Muhibullah, 47 tahun, sopir L-300 asal Lam Gugop, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh sudah kita amankan. Demikian juga barang bukti sepeda motor dan L-300,” ujar Mujibussalim.

Mujibussalim menerangkan, menurut keterangan saksi mata di lokasi, L-300 melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Medan menuju Banda Aceh. Setiba di lokasi kejadian, mopen itu mencoba mendahului mobil lain di depannya. Di waktu bersamaan, sepmor korban datang dari arah berlawanan, sehingga tabrakan terjadi.

“Kasus kecelakaan ini dalam penyelidikan lebih lanjut. Kita imbau kepada para sopir L-300 atau pun mobil pribadi untuk tidak ngebut atau ugal-ugalan di jalan raya. Selain membahayakan diri sendiri, juga mengancam keselamatan jiwa orang lain,” kata AKP Mujibussalim. []

Baca juga: