BANDA ACEH – Ketua Ikatan Dokter Indonesia (Aceh), Safrizal Rahman, mengatakan meningkatnya kasus positif virus corona di Aceh lantaran tracing aktif masih kurang dilakukan. Selain itu, kelemahannya adalah kurangnya laboratorium pemeriksaan Covid-19 di Aceh.
“Ayo kita bangun laboratorium, ayo cepat kita siapkan laboratorium pemeriksaan,” kata Safrizal Rahman saat dikonfirmasi portalsatu.com Selasa, 1 September 2020.
Safrizal menjelaskan laboratorium yang ada di Aceh saat ini hanya mampu memeriksa 600 sampel perhari. Sementara di beberapa daerah di Indonesia mampu memeriksa 3000 sampel perhari.
Menurut Safrizal, tingginya angka positivity rate ini jelas sangat berbahaya bagi petugas kesehatan maupun seluruh masyarakat.
“Kalau kita punya angka yang dilaporkan itu 1.600 orang, itu artinya mereka-mereka ini sebagian bergejala sama yang tracking di sekitarnya,” ujar dia
Sementara 80 persen lagi di masyarakat, lanjut Safrizal, masih banyak yang belum terdeteksi. Selama ini yang terdata adalah yang bergejala.
“Kalau kita tidak melakukan upaya sistemik, sistematis, dan bersamaan semuanya dalam waktu cepat ini kita kondisinya akan tambah parah,” pungkas Safrizal Rahman.[]



