SUBULUSSALAM – Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan berkunjung ke makam Syekh Hamzah Fansuri di Kampong Oboh, Kecamatan Rundeng, Kota Subulussalam, Kamis, 8 Januari 2026.
Didampingi Wali Kota Subulussalam, H. Rasyid Bancin bersama Forkopimda, Zulhas dan dua menteri lainnya yakni Menteri Perdagangan Dr. Budi Santoso, M.Si, serta Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono melihat langsung kondisi kompleks makam Syekh Hamzah Fansuri.
Termasuk melihat kondisi Sungai Souraya yang berada di pinggir makam tersebut. Lae Souraya ini kerap meluber ke permukiman warga dan merendam ratusan rumah penduduk yang ada di bantaran daerah aliran sungai Souraya.
Zulhas mengaku terbebani dengan nama sungai tersebut karena persis sama dengan nama istrinya Soraya. Hal itu disampaikannya saat ceramah umum di pendopo wali kota Subulussalam.
“Di sini ada sungai Lae Soraya. Waduh saya jadi terbeban. Lae itu sungai, Soraya itu nama istri saya,” kata Zulhas disambut tawa dan tepuk tangan.
Menurut Zulhas, di sungai Lae Soraya, harus ada sodetan atau kanal yang terhubung ke wilayah Aceh Selatan. Langkah itu sebagai upaya mengendalikan banjir yang terjadi di Kota Subulussalam.
“Bagaimana saya tidak memperjuangkan (Kanal) sungainya nama istri saya,” ujarnya lagi.
Seperti diketahui Lae Soraya merupakan sungai terbesar yang melintas Kota Subulussalam. Dengan lebar sungai lebih dari 300 meter. Sungai tersebut hulunya di Aceh Tenggara sedangkan muaranya di Kabupaten Aceh Singkil.[]




