SUBULUSSALAM – Dalam upaya mempercepat laju pembangunan di berbagai sektor di Bumi Sada Kata, Wali Kota Subulussalam, H. Rasyid Bancin semakin gencar menurunkan sejumlah pejabat nasional mulai dari Anggota DPR RI hingga Menteri Republik Indonesia.
Kehadirian para pemangku kebijakan di level nasional tersebut ke Kota Subulussalam untuk dapat melihat kondisi real, bahwa kota yang lahir tahun 2007 dari kabupaten induk Aceh Singkil ini, masih sangat membutuhkan dukungan anggaran APBN untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di Kota Subulussalam.
Berdasarkan data yang dhimpun wartawan, Kamis, 6 Januari 2026 tercatat sudah 10 pejabat nasional dibawa HRB berkunjung ke Bumi Sada Kata. Terbaru tiga menteri turun ke Kota Subulussalam, dan langsung berkunjung ke makam Syekh Hamzah Fansuri Kampong Oboh, Kecamatan Rundeng.
Kehadiran tiga menteri ini ke kota ini menjadi catatan sejarah untuk pertama kalinya sejak Pemko Subulussalam mekar dari Kabupaten Aceh Singkil.
“Sejak lahirnya Pemko Subulussalam, baru dua kali pejabat negara melakukan kunjungan kerja. Pertama pada tahun 2012 di masa pemerintahan almarhum H. Merah Sakti. Yang kedua, pada awal tahun 2026 ini, tepat 11 bulan kepemimpinan H. Rasyid Bancin, langsung tiga menteri datang sekaligus. Ini tentu tidak terlepas dari komunikasi lintas pihak. Karena itu, patut kita beri apresiasi kepada HRB selaku Wali Kota Subulussalam,” ujar Bahagia Maha.
Ketiga menteri itu masing-masing Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Perdagangan Dr. Budi Santoso, M.Si, serta Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono. Mereka terbang dari Jakarta menuju Bandara Silangit, kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan helikopter ke Lapangan Bola Kaki di Kampong Pegayo, Subulussalam, Kamis, 8 Januari 2026.
Sebelumnya pada 17 November 2025 lalu, Wali Kota Subulussalam, Rasyid Bancin juga membawa tujuh Anggota Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI turun ke Kota Subulussalam.
Kehadiran BAM yang dipimpin Ketua BAM DPR RI Ahmad Heryawan dalam rangka menyerap aspirasi masyarakat terkait persoalan konflik lahan plasma di Kota Subulussalam.
Rombongan BAM RI waktu itu langsung meninjau lokasi konflik lahan masyarakat dengan PT Laot Bangko, di kawasan Penanggalan.
Dilanjutkan pertemuan dengan Wali Kota Subulussalam serta sejumlah pejabat lain dan perwakilan masyarakat di aula kantor Wali Kota Subulussalam di kawasan Lae Oram, Kecamatan Simpang Kiri.
Dalam pertemuan tersebut selain Ahmad Heryawan, turut hadir anggota BAM DPR RI antara lain Obon Tabroni, Yudha Novanza Utama, Kawendra Lukistian dan Muhammad Haris.[](ril)




