SUBULUSSALAM – Sejumlah kampung di Kecamatan Rundeng, Kota Subulussalam dilaporkan mulai terendam banjir menyusul meluapnya Lae (Sungai) Souraya akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Subulussalam dan sekitarnya sejak tadi siang, Kamis, 13 Desember 2018.
“Banyak desa sudah terendam banjir akibat Lae Souraya meluap,” kata Camat Rundeng, Jempol, kepada portalsatu.com/, Kamis malam, melaporkan perkembangan wilayah yang saat ini terus diguyur hujan deras.
Camat Jempol mengatakan, ia bersama unsur Muspika terus memantau perkembangan banjir. Bersama unsur Muspika, Jempol mengaku langsung turun Ke Panglima Saman, Sibungke dan beberapa desa lainnya yang turut terendah banjir.
“Tadi sore saya bersama Pak Kapolsek langsung ke Panglima Saman dan Sibungke untuk melihat kondisi banjir di sana,” ungkap Jempol.
Menurut Jempol, debit air Lae Souraya saat ini terus naik akibat hujan tak kunjung reda sehingga menyebabkan banjir semakin meluas, dari Desa Sepang sampai ke Oboh.
“Dari Sepang sampai ke Oboh banjir, posisi air sekarang makin naik karena hujan terus,” paparnya.
“Di Panglima Saman banjir juga makin tinggi, tidak bisa lewat mobil. Kalau di wilayah Desa Pasar Rundeng, saat ini masih aman,” kata dia menambahkan.
Jempol menyebutkan, meski sejumlah kawasan mulai terendam banjir, masyarakat belum ada yang mengungsi, mereka masih bertahan di rumah masing-masing. Mengingat curah hujan deras masih mengguyur di wilayah Rundeng, malam ini Jempol bersama unsur Muspika terus memantau perkembangan banjir di daerah itu.
“Jika hujan terus berlanjut malam ini, banjir berpotensi semakin parah, bisa saja besok masyarakat mulai mengungsi,” katanya.[]



