IDI RAYEK –  Puluhan Ekor gajah Liar dilaporkan kembali turun kepemukiman warga di Gampong Seunebok Bayu, Kecamatan Indra Makmur, Kabupaten Aceh Timur.  Kawanan hewan bertenaga turbo itu mulai terlihat oleh warga disana sejak sepekan terakhir ini. Tidak hanya  itu aksi gajah liar pun  semakin brutal akibatnya enam rumah warga dan belasan hektare tanaman produktif milik petani di daerah tersebut ikut dirusak.

“Puluhan gajah liar itu telah terlihat dipemukiman kami  sejak sepekan terakhir ini. Aksinya semakin membabi buta banyak tanaman kami sudah dirusak,” ujar Saifuddin salahsatu tokoh pemuda didaerah itu kepada portalsatu.com, Sabtu 8 Oktober 2016.

Akibat aksi kawanan Poe Meurah itu, kata Saifuddin, sejumlah warga didaerah itu telah memilih mencari tempat yang aman untuk menghidari serangan gajah. kawanan gajah menurut Saifuiddin mulai memasuki pemukiman warga pada waktu malam hari.

“Sebahagian warga sudah mencari titik aman untuk menghindari bahaya aksi gajah. Kita takutkan ada warga yang menjadi korban gara- gara aksi gajah yang anarkis dan tidak menentu itu,” katanya seraya mengaku gajah mengamuk kerap terjadi pada waktu malam hari.
 
Meskipun aksi gajah semakin menggila, namun warga disana telah berupaya mengusir dengan semampu mereka yakni dengan cara berjaga- jaga pada malam hari serta membuat api unggun, namun  upaya tersebut belum begitu ampuh untuk sang gajah, bahkan pada Jum’at malam, 7 Oktober 2016 sekira pukul 1.00 pagi gajah itu telah merusak enam rumah milik petani disana.“Walaupun telah kita jaga tetapi upaya itu tidak membuahkan hasil, bahkan semakin kami jaga semakin parah aksi mereka (gajah),” kata teman Saifuddin lainnya.

Sementara itu pemerintah Kabupaten Aceh Timur melalui Kadis Kehutanan dan Perkebunan, Iskandar, SH, mengaku telah menerima laporan tersebut dalam beberapa hari yang lalu. Bahkan kata dia, tim Gabungan dari BKSDA Aceh, FKL,  serta tim CRU  Serba Jadi  hari ini sedang turun ke lokasi untuk  upaya pengiringan.

“Ya, laporan tersebut telah  kita  terima, Kita  pun sangat  merespon permasalahan ini. Sebagai upaya penanganan  kami tim gabungan akan turun kelapangan dengan membawa lima ekor gajah jinak yang  terhitung dari hari ini, 8 sampai 15 Oktober 2016.  Pengiringan  dimulai  dari Seumanah Jaya hingga beberapa wilayah di Aceh Timur yang potensi gangguannya dilaporkan parah termasuk wilayah Seuneubok  Bayu,” ucap Iskandar menjawab portalsatu.com.

Ditanyai apakah upaya pengiringan tersebut berhasil mengurangi aksi gajah liar, Iskandar mengaku meskipun tidak seefektif mungkin upaya yang dilakukan minimal pihaknya bisa meminimalisir aksi brutalnya gajah.

“Pemerintah Aceh Timur sangat serius menyelesaikan permasalahan konflik gajah. Kita semua juga tidak menginginkan ada pihak yang dirugikan.Bermacam upaya telah kita lakukan Pembangunan tempat penangkaran CRU serta pembangunan barier  dari sejumlah perusahaan perkebunan, semoga  ini menjadi langkah penyelesaain yang optimal kedepan,” pungkas Iskandar.[]