Rabu, Juli 24, 2024

Puluhan Personel Polres Aceh...

LHOKSUKON - Polres Aceh Utara melakukan tes narkoba melalui metode tes urine menggunakan...

Ini Kata Abu Razak...

BANDA ACEH – Venue atau tempat pelaksanaan pertandingan 33 cabang olahraga wilayah Aceh...

DPMPPKB Aceh Utara dan...

ACEH UTARA - Penjabat Bupati Aceh Utara diwakili Plt. Asisten I Sekda Dr....

Puluhan Siswa MTs Swasta...

SIGLI - Diduga keracunan, puluhan siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) Swasta Tgk Syik Dayah...
BerandaBerita AcehPemilik Gading Gajah...

Pemilik Gading Gajah Super Ditangkap Polres Gayo Lues, di Luar Negeri Harganya Bisa Mencapai Rp 2 Miliar

BLANGKEJEREN – Satreskrim Polres Kabupaten Gayo Lues berhasil mengungkap kasus kepemilikan dua gading gajah super dengan berat sekitar 30 kg yang hendak dijual dengan harga Rp 20 juta per kg, satu orang tersangka berhasil diamankan, dan dua orang rekannya berhasil melarikan diri. Harga gading gajah yang diamankan itu bisa mencapai Rp 2 miliar di luar negeri.

Kapolres Gayo Lues AKBP Setiyawan Eko Prasetiya, S.H., S.I.K., didampinggi Kasat Reskrim, Kasubag Humas, pihak BKSDA dan TNGL, Selasa, 25 Juni 2024, mengatakan tersangka pemilik dua gading gajah yang ditangkap berinisial AR alias AS umur 30 tahun, warga desa Ekan, Kecamatan Pining.

Sedangkan dua orang rekanya yang berhasil melarikan diri berinisial MA umur 35 tahun dan AD umur 32 tahun warga desa Pintu Rime, Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues.

“Penangkapan terhadap pelaku pemilik gading gajah ini kita lakukan pada tanggal 22 Juni 2024 kemarin sekitar pukul 21:30 WIB di Desa Pintu Rime,” katanya.

Penangkapan itu bermula pada tanggal 12 Juni 2024 kemarin, pihak Satreskrim menerima informasi ada sesorang pemilik gading gajah yang hendak mencari pembeli. Bermula dari informasi itu, kepolisian kemudian melakukan penyelidikan dan menyamar sebagai pembeli.

“Kemudian disepakati bertemu di jembatan Pintu Rime Pining tanggal 22 Juni kemarin, dan pemilik beserta dua orang rekanya itu membawa dua gading gajah dengan berat sekitar 30 kg menggunakan sepeda motor jenis Honda Verza, saat itulah pelaku ditangkap, dan dua orang rekanya berhasil melarikan diri dengan melompat dari atas jembatan,” ujarnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, tersangka pemilik gading gajah itu mengaku menemukan gading gajah itu dari daerah Kapi yang merupakan kawasan Hutan Taman Nasional Gunung Leuser, tersangka mengaku mencabut dua gading itu dari bangkai gajah yang telah lama mati.

“Akibat perbuatanya, tersangka diancam dengan hukuman paling lama lima tahun,” kata Kapolres Gayo Lues sembari meminta kepada MA dan AD yang masih DPO agar segera menyerahkan diri.

Sementara Taeng Lubis dari BKSDA, mengatakan saat ini sedang darurat pembunuhan gajah jantan untuk diambil gadingnya, dan pembunuhan gajah akibat pembukaan lahan, dan efeknya, jika gajah jantan dibunuh akan berakibat pada perkembangbiakan gajah betina, dan angka kelahiran akan menurun.

“Saya menghimbau kepada masyarakat, mari sama-sama kita lindungi gajah yang merupakan satwa endemik Sumatera, yang merupakan warisan dunia,” katanya.

Berdasarkan informasi katanya, gading gajah yang diperjual belikan dipasaran digunakan untuk Kuil, dijadikan patung sesembahan, dan aksesoris, harga gading gajah sebesar yang diamankan itupun bisa mencapai Rp 2 miliar hingga Rp 3 miliar di luar negeri.[]

 

Baca juga: