Tiga pemuda memainkan musik mengawali pertemuan 20-an awak media dengan para petinggi  PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Aceh, Rabu, 22 Juni 2022 malam di salah satu hotel kawasan Mata Ie, Sabang. Lagu-lagu lawas yang dibawakan membuat suasana malam itu penuh keakraban.

Pertemuan di restoran hotel itu, lebih kepada diskusi antara GM PLN Aceh, Parulian Noviandri dengan peserta media gathering setelah pada siang harinya di bawah komando Humas PLN, Zulfahmi Akbar melihat dua lokasi pembangkit listrik yang ada di Kota Sabang: PLTD—Cot Abeuk dan Aneuk Laot.

Rombongan media gathering tiba di Balohan Sabang sekitar pukul 11.30 WIB. Dari pelabuhan kemudian menuju Kota Bawah menikmati mie khas Sabang pada salah satu warung mie ternama di sana. Setelah itu tiga unit minibus jenis hiace yang disediakan untuk angkutan sedari pelabuhan menuju ke lokasi pembangkit listrik. Saat tiba di pembangkit Aneuk Laot, rombongan disambut tarian ranup lampuan oleh lima remaja putri sekaligus  makan siang bersama. Sore harinya menuju tempat penginapan dan berdiskusi kembali usai makan malam.

Lewat diskusi interaktif malam itu, GM menjelaskan mulai dari rasio, sistem listrik Aceh yang interkoneksi dengan provinsi lain di Sumatera serta kondisi pembangkit listrik pada wilayah kepulauan di Aceh: Pulau Banyak, Pulau Simeulue serta Pulau Weh, Sabang.

“Pada dasarnya rasio berlistrik di Aceh sudah 100 persen. Walau pun masih ada satu atau dua dusun yang belum. Tetapi itu tinggal menyambungkan saja dari dusun tetangganya yang sudah berlistrik,” begitu kata GM Parulian yang dalam diskusi itu turut didampingi Senior Manager Keuangan Komunikasi dan Umum PLN Aceh, Yusri dan Manajer UP3 Banda Aceh Ediwan.

Pertemuan dua puluhan awak media dengan GM PLN Unit Induk Wilayah (UIW), Aceh Rabu, 22 Juni 2022 malam di salah satu hotel kawasan Mata Ie, Sabang.

Jumlah pelanggan listrik di Aceh, rinci GM, saat ini sebanyak 1.629.031 pelanggan. Dari jumlah tersebut 754.101 pelanggan (46,3 persen) pascabayar dan 874.930 pelanggan (53,7 persen) prabayar. Mayoritas pelanggan merupakan rumah tangga yang tersebar di seluruh Aceh baik kota mau pun pedesaan.

Rinciannya, rumah tangga 1.408.845 (86,48 persen) pelanggan, bisnis 148.862 (9,14 persen), sosial 51.750 (3,28 persen), pemerintah 15.265 (0,94 persen), industri 4.002 (0,25 persen) dan lain-lain 307 (0,02 persen) pelanggan. Daya tersambung untuk keseluruhan pelanggan tersebut mencapai 1.971,3 MVA.

Sedangkan total daya yang ada saat ini sebesar 719,6 MW: 160 MW pasokan PLTU Nagan Raya, 417 MW dari PLTMG Arun, 63 MW dari PLTD dan sebesar 79,6 MW dari transfer SBU. “Beban puncak untuk Aceh saat ini sebesar 505,7 MW. Jika kita lihat dari pasokan yang ada kelebihan (surplus) sekitar 200 MW,” rinci GM Parulian Noviandri.

Di akhir diskusi, tiga pemain musik kembali mengambil posisi semula. Mereka memetik gitar diiringi tepukan gendang. “Gereja Tua” begitu sebuah judul tembang lawas kata GM Parulian kepada gitaris. Suasana diskusi berubah menjadi riuh. Suara merdu GM Parulian seakan mengembalikan suasana ke tahun-tahun 90-an.

Selain gereja tua, GM Parulian membawakan lagu “semut merah”. Lagu lawas masa-masa SMA itu kembali membuat lokasi ruang restoran hotel tak berdinding, menggelegar. Kebersamaan malam itu, ditutup dengan tembang “kemesraan ini”. Lagu ini seakan mengisyaratkan antara media dan PLN tetap bermitra. “Kemesraan ini jangan lah cepat berlalu,” begitu salah satu bait dalam syair lagu tersebut.

Esoknya,  Kamis 23 Juni 22, usai sarapan pagi, agenda media gathering kembali dilanjutkan. Kali ini bukan diskusi, tetapi olah raga berhadiah atau disebut dengan sesi outbond. Semua awak media dan kru PLN berbaur membuat barisan.

GM Parulian tidak ketinggalan, selama outbond berlangsung berbaur bersama dalam barisan. Hadiah demi hadiah diberikan kepada kelompok pemenang sesuai barisan.

GM Parulian yang satu kelompok dengan portalsatu.com/ memboyong dua hadiah dari dua kali kemenangan. Outbond merupakan agenda terkahir dari rangkaian Media Gathering PLN UIW Aceh di Sabang. Siang harinya rombongan Media Gathering PLN UIW Aceh bertema “Bersama Media Membangun Sinergi Tanpa Batas” tersebut  kembali ke Banda Aceh. (red)