Kamis, Juli 25, 2024

BI Lhokseumawe Gelar ToT...

LHOKSEUMAWE - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe bersama Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kota...

PPK Sawang: Uang Operasional...

ACEH UTARA - Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Sawang di bawah Komisi Independen Pemilihan...

Cari HP di Bawah...

Mencari HP dengan harga terjangkau namun tetap memiliki performa yang handal memang bisa...

Siswa Diduga Keracunan Selepas...

SIGLI - Jumlah siswa yang dirawat akibat dugaan keracunan setelah konsumsi nasi gurih...
BerandaNewsLahan Dibangun Gedung...

Lahan Dibangun Gedung Pusat Kuliner Disperindagkop, Ini Penjelasan Baitul Mal Pidie

SIGLI – Pembangunan Gedung Pusat Kuliner Kabupaten Pidie di lahan Baitul Mal ditengarai tidak memiliki izin. Sejauh ini Baitul Mal belum menerima surat perjanjian penggunaan lahan.

Ketua Komisioner Baitul Mal Pidie, Tgk. Zulkifli (Abi Zun) kepada portalsatu.com, Selasa, 9 Februari 2021, membenarkan lahan yang dibangun gedung pusat kuliner merupakan milik Baitul Mal. Pihak Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop-UKM), menurut Abi Zun, berjanji menyewa lahan, tapi sejauh ini pihaknya belum menerima surat perjanjian apapun.

“Statusnya mereka sewa, tetapi kami belum menerima surat perjanjian yang menurut informasi masih di Bagian Hukum Pemkab Pidie,” ujar Abi Zun.

Menurut Abi Zun, pihaknya pernah memanggil dinas terkait guna meminta kejelasan surat perjanjian pada 1 Februari 2021. Saat itu dihadiri sekretaris dinas, Marlinda dan PPTK Nova Baizuri.

Dalam pertemuan iitu pihak Disperindakop mengaku lahan yang mereka gunakan akan disewa sesuai ketentuan qanun. “Ini perlu kami jelaskan agar penggunaan lahan milik umat hasilnya dapat bermanfaat bagi warga miskin,” kata Abu Zun didampingi Komisioner Baitul Mal, Syukri Yusuf

Abi Zun mengaku dirinya banyak menerima sindiran dari warga tentang bangunan itu. Masyarakat mengira bangunan itu milik Baitul Mal yang dibangun dengan anggaran umat. Bahkan ada warga langsung menyindir “apakah Baitul Mal menjual sapi”, karena gedung itu mirip gelanggang sapi.

“Hal ini perlu kami jelaskan agar warga tahu bahwa gedung itu bukan dibangun oleh Baitul Mal dengan menggunakan dana umat. Tapi lahan saja disewakan Disperindagkop yang dana sewanya nanti kita manfaatkan untuk membantu kaum miskin,” pungkasnya.[](Zamah Sari)

Baca juga: