SUBULUSSALAM – Mualaf asal Nias dapat program bedah rumah layak huni dari KNPI Subulussalam. Dialah Fatimah (60) mualaf asal Nias, Sumatera Utara (Sumut) berdomisili di Kampong Buluh Duri, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam.
Janda beranak empat ini tak menyangka bakal memiliki rumah layak huni. Pasalnya selama ini Fatimah bersama keempat anak yatim tersebut tinggal daerah perkebunan kelapa sawit jauh dari permukiman penduduk, Desa Buluh Duri.
Di lokasi tersebut, mereka bertahan hidup dalam kegelapan karena tak ada jaringan listrik PLN, begitu juga MCK dan air bersih serba darurat tinggal di gubuk reyot tak layak huni. Kondisi ini sangat miris melihatnya, sehingga mengetuk hati para pemuda dan pemudi yang tergabung di KNPI Kota Subulussalam melakukan bedah rumah untuk mualaf asal Nias tersebut.
“Bedah rumah ini bentuk kepedulian sosial para pemuda melakukan bakti sosial bedah rumah mualaf menjadi rumah layak huni,” kata Ketua KNPI Kota Subulussalam, Edi Sahputra kepada portalsatu.com/ usai penyerahan kunci rumah layak huni kepada Fatimah di Kampong Buluh Duri, Selasa, 9 Februari 2021.
Edi mengatakan program bedah rumah ini terwujud atas dukungan dan kerjasama dengan sejumlah pihak di antaranya Baitul Mal Kota Subulussalam, Yayasan Baitul Mal PLN Subulusalam serta para donatur yang telah ikut serta menyukseskan bedah rumah mualaf asal Nias tersebut.
Proses penyerahan kunci rumah layak huni tersebut, dihadiri Wali Kota Subulussalam, H. Affan Alfian Bintang, Kajari Mhd Alinafiah Saragih, Dandim Letkol Inf Winas Kurniawan, Plt Kepala Kominfo Baginda Nasution, Camat Simpang Kiri, Rahmayani Sari Munthe dan Kepala Desa Buluh Dori.
Kehadiran Affan Alfian Bintang di sana sekaligus menyerahkan peralatan rumah tangga seperti kipas angin, kompor gas, rice cooker dan peralatan lainnya, termasuk penyerahan secara simbolis pemasangan meteran listrik gratis dari PT PLN UP3 Subulussalam.
Untuk mendapatkan arus listrik hingga sampai ke rumah janda beranak empat itu, pihak Yayasan Baitul Mal PLN melakukan pemasangan enam tiang listrik agar kabel tersambung dari jalan desa hingga ke lokasi rumah keluarga kurang mampu tersebut.[]




