JAKARTA – Koordinator mahasiswa Pemuda Peduli Perdamaian (M@PPA), Azwar AG, mendukung langkah Fraksi Partai Aceh yang tidak beroposisi terhadap pemerintah terpilih sekarang. Menurut Azwar, keputusan Fraksi Partai Aceh telah membawa dampak positif terhadap keberlanjutan perdamaian di Aceh.
“Pengurus partai telah merespon cepat perubahan sosial yang terjadi di dalam masyarakat setelah pilkada. Ini akan mengangkat citra partai yang selama ini kerap dianggap negatif,” kata Azwar AG, yang saat ini sedang berada di Jakarta, Jumat, 7 April 2017.
M@PPA berharap keputusan partai tersebut dapat diikuti oleh seluruh kader partai, baik yang terlibat dalam lembaga eksekutif dan legislatif maupun yang tidak terlibat di dalam pemerintahan.
“Jangan ada lagi kader-kader Partai Aceh yang melontarkan pernyataan konyol seperti potong tangan. Kader partai harus peka bahwa politik ini realita sosial, bukan pagelaran sandiwara tanpa logika,” katanya lagi.
Dia berharap, dengan dukungan Partai Aceh sebagai partai mayoritas di legislatif, pemerintah terpilih dapat melaksanakan seluruh program yang sudah direncanakan saat kampanye terdahulu. Mereka juga meminta semua kelompok untuk dilibatkan dalam perencanaan pembangunan oleh pemerintah terpilih, supaya semua program tercapai.
“Kami akan mengawal semua proses tersebut,” katanya.[]


