BLANGKEJEREN – Sejumlah bantuan logistik dari Kemensos RI belum sampai ke Posko Utama Banjir Gayo Lues. Bantuan itu diduga nyangkut entah di mana dan belum diketahui keberadaannya.
Seorang petugas yang mengawasi bantuan masuk dan keluar di Posko Utama Banjir Gayo Lues, Kamis, 8 Januari 2026, mengatakan hingga hari ini belum ada bantuan Kemensos RI yang diturunkan di Posko Banjir Gayo Lues, dan belum ada serah terima bantuan Kemensos RI atau Dinsos Aceh dengan Kabupaten Gayo Lues.
Plt. Kepala Dinas Sosial Provinsi Aceh, Khaidir, S.E., M.M., dikonfirmasi wartawan terkait bantuan tersebut mengatakan ada bantuan logistik untuk Kabupaten Gayo Lues.
“Menurut info saya cek barang itu sumber dari Kemensos mungkin ada kerja sama dengan relawan/CSO untuk penyaluran ke Gayo Lues yang langsung ke desa atau tempat pengungsian,” kata Khaidir melalui pesan WhatsApp sembari meminta wartawan konfirmasi dengan koordinator logistik Dinsos Aceh.
Biasanya, bantuan logistik dari pemerintah dipusatkan di posko utama banjir setelah serah terima dengan Bupati, Wakil Bupati, Sekda, BPBD, atau Dinsos. Setelah terkumpul di posko utama barulah disalurkan kepada korban yang membutuhkanya sesuai data.
Kordinator Logistik Dinsos Aceh, Kang Yayan, yang dikirmkam nomor kontaknya oleh Plt. Kadisos Aceh, mengatakan memang ada bantuan yang dikirimkam Kemensos ke Gayo Lues. Tetapi dirinya tidak mengetahui berapa jumlah dan di mana sekarang posisi bantuan tersebut.
“Terkait hal tsb sy tidak tahu, pak, sy cuma cek benar ada info barang yg dikirimkan oleh Kemensos ke Gayo Lues,” katanya melalui pesan WhatsApp saat ditanya apakah bantuan itu langsung disalurkan oleh Dinsos Aceh, atau disalurkan ke posko banjir terlebih dahulu.
Seorang pemuda Gayo Lues, Edi, mengatakan pemerintah pusat, provinsi dan daerah harus bekerja sama soal bantuan masuk dan keluar. Jangan sampai ada bantuan untuk korban bencana tidak terdata, dan tak diketahui keberadaannya.
“Bantuan dari pemerintah itu harus jelas berapa jumlahnya, dan kemana disalurkan. Jangan sampai bantuan habis, penerimanya tidak jelas,” kata Edi.[]




