BANDA ACEH – Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, mengambil sumpah dan melantik Ali Mulyagusdin sebagai Direktur Utama PT Pembangunan Aceh (Pema) periode 2022-2027, dan Junaidi menjadi Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS), di Meuligoe Gubernur Aceh, Senin, 4 Juli 2022, sore.
Selain melantik kedua pimpinan lembaga tersebut, Nova juga menyerahkan SK Pelaksana Tugas (Plt.) Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh kepada Mawardi yang mengisi kekosongan jabatan ditinggalkan Junaidi.
Nova berpesan kepada pimpinan di kedua lembaga strategis tersebut agar bekerja keras untuk pembangunan Aceh sesuai perannya masing-masing.
Nova mengatakan selama tiga tahun berdiri PT Pema telah menunjukkan kinerja yang memuaskan, meskipun dengan dukungan anggaran yang terbatas. PT Pema menunjukkan perkembangan yang signifikan, ditandai dengan berdirinya beberapa anak perusahaan, dan pada tahun 2021 mampu menyumbangkan laba sebesar Rp21,6 miliar untuk Pemerintah Aceh.
“Banyak bisnis yang cukup strategis dilakukan oleh perusahaan ini di Aceh, di antaranya pengelolaan kawasan Migas Wilayah Kerja B melalui anak perusahaannya, PT Pema Global Energi,” kata Nova.
Nova menyebut PT Pema juga menjadi pihak penanggung jawab pengelolaan Kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong, terlibat dalam Trading Sulfur di kawasan produksi Migas Wilayah Kerja A Medco dan Wilayah Kerja NSO. Kemudian berperan dalam Joint Venture pengelolaan Migas Wilayah Kerja Pase, serta memiliki saham 10 persen di kawasan Migas Wilayah Kerja A, Wilayah Kerja NSO, dan Wilayah Kerja Lhokseumawe.
Nova mengatakan pelantikan Dirut PT Pema yang baru sudah melalui mekanisme yang benar. Hal itu merupakan bagian dari ikhtiar untuk terus mengupayakan perbaikan struktur dan kinerja PT Pema agar terus memberikan kontribusi yang maksimal untuk daerah.
“Selaku pemegang saham, saya berharap, Direktur Utama (Pema) yang baru beserta jajarannya dapat terus menjalankan kegiatan sesuai dengan business plan yang sudah ditetapkan,” kata Nova.
Terkait pelantikan Kepala BPKS Sabang, Nova mengatakan keberadaan lembaga tersebut sangat penting dalam mendukung pengelolaan dan pengembangan Kawasan Sabang dan Pulo Aceh. BPKS mempunyai tugas dan wewenang melaksanakan pengelolaan, pengembangan, dan pembangunan kawasan Sabang, yang meliputi Pulau Weh, Pulo Nasi dan Pulo Breuh.
“Hal yang perlu dikembangkan oleh Kepala BPKS yang baru beserta jajarannya ke depan adalah, pengelolaan Pelabuhan Bebas Sabang yang lebih baik, mengikuti tren kemajuan zaman, termasuk mengembangkan sektor pariwisata di kawasan Sabang dengan memanfaatkan potensi keberadaan pelabuhan bebas,” kata Nova.
Gubernur Nova juga meminta BPKS mampu membangun koordinasi yang baik dengan berbagai stakeholder terkait, khususnya dengan Walikota Sabang dan Bupati Aceh Besar selaku anggota Dewan Kawasan Sabang (DKS).
“Kita tentunya berharap semua fasilitas yang sudah dibangun BPKS dapat bermanfaat dan digunakan oleh masyarakat, serta sertifikasi dari aset-aset tersebut agar segera diselesaikan,” ujar Gubernur.
Hadir pada acara pelantikan tersebut, Sekda Aceh Taqwallah, Asisten Administrasi Umum Iskandar, Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral Mahdi Nur, Kepala Dinas PMPTSP Marthunis, Direktur PT Pema lama Zubir Sahim, Dewan Pengawas BPKS, dan sejumlah Kepala SKPA lainnya.[](ril)






