BANDA ACEH – Mustiqal, Koordinator Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Banda Aceh mengatakan, kasus Din Minimi (DM) Cs harus diproses secara hukum.

Selama ini, Polisi Daerah (Polda) Aceh menyatakan DM masih tercatat dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Sementara saat ini DM sudah berbaur dalam masyarakat. Bahkan dikabarkan DM akan diberikan amnesti oleh Pemerintah Pusat.

“Jika dilihat dari sisi penegakan hukum. Sesuai dengan ketentuan Undang-Undang, Polri seharusnya melakukan proses penegakan hukum terhadap kasus ini. Sebagaimana yang telah disampaikan oleh Kapolda, DM diduga kuat terlibat dalam beberapa tindak pidana di Aceh,” kata Mustiqal saat dihubungi portalsatu.com, Senin, 4 Januari 2016.

Oleh karena itu, ia mengatakan, proses penegakan hukum menjadi penting dilakukan terhadap DM dan kelompoknya. Hal ini untuk menjamin tegaknya kepastian hukum.

“Setelah itu, jika presiden menerbitkan keputusan terkait dengan pemberian amnesti bagi DM Cs, itulah hak prerogatif (hak istimewa) presiden yang tentunya didasari pada pertimbangan yang matang,” kata Mustiqal.

Lebih lanjut, Mustiqal mengatakan, jika yang menjadi tuntutan DM selama ini diwujudkan Pemerintah Aceh, maka keadilan untuk korban konflik atau janda dan anak yatim belum tentu menjadi lebih baik.

“Hal ini sangat tergatung dari political will pemerintah dalam menyikapi tuntutan DM Cs. Harus diingat bahwa penyelesaian persoalan masa lalu dan pemenuhan hak korban konflik di Aceh dan kesejahteraan harusnya dilakukan secara serius dan kompherensif oleh pemerintah,” katanya.

Selain itu, Mustiqal mengakui, turunnya gunung DM Cs, menjadikan masyarakat saat ini tidak merasa was-was dan membawa suasana kondusif. Hal itu dikarenakan tidak terjadi lagi kontak tembak antara aparat keamanan atau penegak hukum kontra kelompok DM.

“Suasana yang tidak kondusif tentu menimbulkan kekhawatiran dalam kehidupan masyarakat. Sebelum DM Cs turun gunung, operasi keamanan dilakukan secara intensif berlangsung. Pasca-DM Cs turun gunung dan menyerahkan senjata beberapa waktu lalu sedikit banyaknya membawa suasana yang lebih kondusif bagi masyarakat, terutama yang berdomisili di sekitar wilayah tempat operasi berlangsung,” ujar Mustiqal.[](tyb)