BANDA ACEH – Gangguan listrik kembali terjadi di Banda Aceh pada hari pertama Lebaran Idul Fitri, Rabu, 6 Juli 2016 sejak pukul 20:42 WIB. Kondisi ini membuat sejumlah warga kesal karena bertepatan dengan momen silaturahmi.

“Malam lebaran pertama, kami harus menggunakan jasa Perusahaan Lilin Negara. Terima kasih, PLN. Syukran bunda. Semoga di wilayah kalian tak mati lampu,” tulis Herman RN, salah satu warga Kota Banda Aceh di akun facebooknya.

Informasi yang diterima wartawan menyebutkan pemadaman listrik juga dialami warga Kabupaten Aceh Besar, Pidie dan Bireuen. Hal ini dibenarkan Humas PT PLN Aceh, T Bahrul Halid, ketika dihubungi portalsatu.com. Dia mengatakan arus listrik bakal kembali normal dalam rentang waktu dua jam mendatang.

“Insya Allah, dua jam. Tapi bapak gak janji ya. Ini saya juga lagi mantau,” kata Bahrul.

Menurut Bahrul, gangguan listrik terjadi lantaran SUTT Sigli-Bireuen 1,2 trip indikasi UFR Island. Hal tersebut menurutnya turut menyebabkan gangguan instalasi di Sigli, Nagan, Jantho, dan Banda Aceh. “Beban padam 452 A. Pembangkit yang trip TMG Arun (147 MW) dan TU Nagan Raya #2(70 MW). Saat sekarang proses penormalan,” tulis Bahrum melalui pesan singkat meneruskan informasi kepada wartawan.

Dia turut menyebutkan alasan teknis lain yang mengakibatkan beberapa daerah di Aceh kehilangan tegangan arus listrik. Menurutnya hal itu sesuai dengan info yang pernah disampaikan sebelumnya, “mesin Nagan sangat rentan terhadap Swing Voltage. Cuma bertahan beberapa menit, Nagan pun trip.. saat ini proses penormalan. Arun secara mesin bisa langsung start, mudah-mudahan Nagan bisa start panas.”[](bna)