Sabtu, Juli 13, 2024

Besok, Mahyuzar akan Terima...

ACEH UTARA - Dr. Mahyuzar, M.Si., akan menerima Surat Keputusan (SK) Mendagri tentang...

Jabatan Pj Bupati Aceh...

ACEH UTARA - Masa jabatan Penjabat Bupati Aceh Utara, Dr. Mahyuzar, genap satu...

Panwaslih Aceh Instruksikan Buka...

BANDA ACEH - Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Aceh menginstruksikan Panwaslih Kabupaten/Kota segera membuka...

KAMMI Sebut Perlu Forum...

BANDA ACEH - Pengurus Daerah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Banda Aceh...
BerandaInspirasiLelah si Pemakmur...

Lelah si Pemakmur Bumi

Karya: Taufik Sentana
Penyuka prosa religi.

Ada FirmanNya yang indah:
“Pastilah kau jalani hidup ini dengan tahapan tahapan”.
Setiap tahapan dengan kesusahannya sendiri.
Penat-letih dan keriangan akan bersisian.
Namun yang mencolok dan menentukan adalah:
Perkara apa yang membuatmu lelah dan bertenaga?
Lihatlah, perkara dan hal apa yang kita sibukkan.
Bukalah file file pikiran, kenangan dan harian kita,
Apa yang paling membuat kita berkesan?
Apa yang membuat kita lelah, sedih dan gembira?

Umum dan lazim, bahwa kita lelah karena kerja dan perkara pribadi. Kita lelah karena hal hal kebanggaan diri, kesenangan dan harapan harapan kita yang tinggi tentang diri sendiri. Inilah serendahnya tingkatan yang masih dianggap wajar, bila tiada bertentangan dengan norma hidup dan kebenaran.Yang terendah dari itu adalah, lelahnya yang bertumpuk untuk perkara pribadi dan kebutuhan fisik semata, makan, pakaian dan kesenangan:tanpa ada rasa interes terhadap perkara sosial dan ketuhanan serta janji keabadian.

Sungguh, waktu memang tidak mencukupi untuk semua keinginan dan rencana rencana. Masing kita telah memilki kadar waktu yang dirahasiakan. Dengannya kita memilih dan menentukan hal hal utama dalam hidup. Atau sekadar mengikuti insting yang cenderung hewani, kesenangan belaka.

Kini kita bisa memilih lelah kita, setelah melihat orang orang sebelum kita, para tetua kita, para tokoh di sekitar kita. Lelah mereka yang manakah yang menjadi perbaikan kehidupan? yang sejalan atas titah Allah sebagai KhalifahNya, sebagai pemakmur bumi.[]

Baca juga: