BerandaNewsLetak Batu Pertama Renovasi Masjid Al-Mansur, Ini Kata Wabup Aceh Besar

Letak Batu Pertama Renovasi Masjid Al-Mansur, Ini Kata Wabup Aceh Besar

Populer

ACEH BESAR – Wakil Bupati Aceh Besar, Tgk. H. Husaini A. Wahab, bersama Forkopimda melakukan peletakan batu pertama renovasi Masjid Al-Mansur, Yayasan Wakaf Haroen Aly Dayah Darul Quran Aceh, di Gampong Tumbo Baro, Kecamatan Kuta Malaka, Senin, 24 September 2018.

Selain peletakan batu pertama masjid, juga diserahkan wakaf rumah dan mobil untuk dayah tersebut. Turut hadir Kajati Aceh, Dr. Chairul Amir, S.H., Kajari Aceh Besar, Mardani, S.H., unsur Forkopimda, anggota DPRK, Kepala SKPK Aceh Besar, para pewakaf, Muspika Kuta Malaka dan tokoh masyarakat.

Wabup Tgk. Husaini A. Wahab mengatakan, keberadaan Dayah Darul Quran Aceh ini sangat mendukung dengan program yang telah dicanangkan, yaitu melahirkan satu gampong satu hafiz. “Dayah Darul Quran Aceh mendidik para santri penghafal Alquran guna melahirkan kader-kader pemimpin yang nantinya akan menggantikan kita kelak,” kata Tgk. Husaini akrap disapa Waled Husaini.

Waled Husaini berharap seluruh santri selalu giat belajar dan bersemangat, walaupun saat ini pelajaran yang dipelajari belum banyak diminati para pelajar. Padahal, inilah amalan awal terbentuknya fondasi bagi para pemimpin yang baik kelak.

Ketua Yayasan Wakaf Haroen Aly, Dr. Muhammad Yasir Yusuf, M.A., menyebutkan, renovasi masjid dilakukan untuk para hafiz belajar, karena luas masjid ini belum cukup menampung para pelajar. Untuk itu, dibentuk yayasan wakaf untuk menggalang dana pendirian masjid ini dalam waktu dua tahun.

“Renovasi Masjid Al-Mansur DQA membutuhkan biaya Rp6,5 miliar. Jika ingin mewakafkan kepada kami maka dapat menyalurkan melalui rekening Bank Aceh Syariah a.n. wakaf masjid Darul Quran Aceh dengan nomor rekening 6100.2200.3031.55,” ujar Dr. Yasir, yang juga dosen UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

Sementara wakaf rumah yang diserahkan berasal dari Dr. Razali, ST., M.T., Dosen Teknik Unsyiah, yang berada di kawasan Peuniti, dan rumah itu nantinya dapat digunakan untuk keperluan Dayah DQA.

Yayasan tersebut, lanjut Yasir, juga mendapat wakaf mobil minibus jenis Daihatsu Luxio dari sejumlah donatur, termasuk Kajati Aceh, Dr. Chairul Amir, S.H., M.H. Mobil tersebut akan digunakan sebagai kendaraan operasional dayah.

Sementara itu, Pimpinan Dayah Darul Quran Aceh (DQA), Ustaz Hajarul Akbar Al Hafiz, M.A., menjelaskan, dayah itu baru berumur 16 bulan, saat ini sudah memiliki 150 santri yang berasal dari berbagai daerah.

“Semoga apa yang diwakafkan menjadi amal ibadah dan mendapat fahala setimpal dari Allah SWT,” ujar Ustaz Hajarul Akbar.[](rel)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terkait

Berita lainya