SEBAGIAN sekolah telah memulai masa liburan siswa. Biasanya liburan yang di akhir tahun disatukan dengan liburan awal tahun Masehi. Demikian halnya juga dengan beberapa kantor tertentu. 

Bagi orang tua yang longgar dan lancar finansialnya, mungkin sudah merencanakan program liburan khusus bagi anaknya. Minimal ke luar daerah atau lokasi rekreasi favorit plus penginapan.

Liburan memang bukan semata untuk menjauhkan diri dari aktivitas rutin dan sekadar menghabiskan waktu. Idealnya liburan memberikan energi dan suasana mental yang baru. Sangat baik bila perspektif kita semakin luas dan keterampilan meningkat. Sehingga liburan menjadi bermakna.

Orang tua yang ingin merancang program liburan anaknya, bisa memulai dari kondisi keluarga dan anak. Adalah dianjurkan bila orang tua sempat duduk bersama dengan anak untuk merencanakan kegiatan. Bila tidak, orang tua bisa langsung menawarkan kegiatan yang dimaksud. Yang penting kegiatan liburan tersebut memberi manfaat langsung, sesuai dengan kondisi finansial, dan semakin memperat jalinan keluarga. Maka sangat perlu menyepakati penggunaan Smart Phone saat liburan. Apalagi sampai menghabiskan waktu dengan benda tadi.

Beberapa kegiatan edukatif yang bisa dikembangkan, antara lain: Memusatkan aktivitas libur di rumah dengan kegiatan variatif dan terencana.Dari kegiatan kecil seperti memasak hingga rehap kondisi rumah. Seorang ayah juga tidak boleh sungkan mengajak anak laki lakinya untuk kegiatan yang bisa dilakukan bersama, seperti mencuci motor atau ambal.

Pihak orang tua juga perlu membuat jadwal kegiatan selama libur di rumah. Jadwal tersebut disesuaikan dengan tujuan liburan dan latar belakang sekolah si anak. Jadi, walaupun libur, kegiatan berbasis mata pelajaran juga baik dijadwalkan. Seperti mengulang hafalan Quran dan memperdalam pelajaran tertentu, atau sekadar mengunjugi rumah gurunya.

Kegiatan lain yang tak kalah penting saat  anak berlibur di rumah, yaitu dengan tetap membimbing dan mengawasi kegiatan mereka beserta teman bergaulnya. Sambil mempertimbangkan waktu untuk interaksi bersama keluarga, khususnya pada waktu ibadah dan program bersama. Dengan tujuan agar anak tidak melulu menghabiskan waktunya di luar rumah, apalagi sampai meninggalkan kewajiban utama.[]

Oleh: Taufik Sentana
Ayah dari enam orang anak, menetap di Meulaboh.