KESENANGAN berbelanja selalu identik dengan kaum Hawa. Itu pula yang 'menjangkiti' Marisa Yoestara. Ia senang berbelanja online khususnya produk fashion. Hanya saja, berkat kelihaiannya ia mampu mendulang rupiah dari hobi tersebut. Tak mau repot perempuan yang biasa dipanggil Icha itu lantas menggeluti bisnis online atau online shoping. Istilah kerennya olshop.

Bermodal gadget ia menjual berbagai perlengkapan busana atau fashion di bawah bendera Green House Fashion yang beralamat di Jalan Iskandar Muda – Ulee Lheue, Banda Aceh. Usaha ini mulai dirintisnya sejak 2011 lalu dengan modal dari hasil mengajar.

“Usaha ini saya bangun sendiri karena dorongan hobi juga, tapi usaha ini mulai pasif saat saya ambil S2 di Australia, tapi tidak tutup juga karena dikelola oleh adik saya,” kata Icha kepada portalsatu.com, Senin, 4 Januari 2016.

Ia mulai menjalankan usahanya dengan sistem order karena modal yang ia punya juga tidak begitu besar ketika itu. Pelan tapi pasti, usahanya pun kian tumbuh. Dari yang tadinya hanya mengandalkan online saja, sekarang ia sudah punya toko sendiri untuk memamerkan produk-produknya.

“Alhamdulillah, kalau untuk sekarang sudah bisa ready barang di rumah, jadi kalau ada yang minat bisa langsung datang ke rumah lihat-lihat barangnya, kalau berminat langsung ambil. Selain untuk bisnis, usaha ini juga saya jalankan untuk membantu usaha reseller bagi yang pemula, jadi dengan harga terjangkau dan ekonomis, reseller bisa menjual kembali barang dengan harga yang standar. Promosi Green House Fashion ini, saya lakukan melalui media, seperti Line, BBM, Instagram, Facebook dan promosi langsung pada teman,” katanya.

Produk utama dari Green House Fashion ini adalah busana kaum wanita. Meski begitu Icha juga menjual berbagai produk lain seperti aksesoris, tas, dompet, dan sepatu. Barang-barang itu ia datangkan dari Jakarta dan Bandung. Tak hanya menarik peminat lokal, pelanggannya juga ada yang dari luar negeri seperti dari Denmark, Prancis dan Amerika.

“Warga Denmark yang sering ambil barang ini dia juga orang Aceh, tapi sudah menetap di sana, alasannya sering pesan barang, karena di sana (Denmark) busana-busana muslim seperti gamis di sana kurang bagus, tidak banyak pilihannya,” katanya.

Melakoni bisnis yang berbasis hobi membuatnya tak cuma berorientasi pada uang semata. Ia bahkan pernah menjual produknya di bawah harga modal. “Ketika ada barang yang masuk, pernah jual di bawah harga modal, untung sih ada tapi sangat tipis, pernah dapat cuma seribu, tapi karena senang anggap aja sebagai sedekah heheh,” ujarnya sambil tersenyum.

Saat ini kata Icha, ia sedang mempelajari fashion yang sedang booming di Aceh. Hal itu dilakukannya agar produk yang dijualnya bisa selalu up to date alias tidak old fashion. “Jadi menilik bagaimana (selera) fashion orang Aceh,” ujar tentor Bahasa Inggris di Private Enflish Fast dan Lab School Unsyiah ini.

Ibu muda yang lahir pada 16 Januari 1984 silam ini juga seorang pengajar di Universitas Syiah Kuala. Selain senang berbisnis online, ia juga sangat tertarik dengan dunia pendidikan. Sejak masih duduk di bangku MTsN ia mulai mengembangkan minatnya dalam berbahasa Inggris. Tak heran ketika di bangku SMA, alumnus SMA 3 Banda Aceh ini sudah terampil berbahasa Inggris.

Untuk memperdalam pengetahuannya ia kuliah di Jurusan FKIP Bahasa Inggris Unsyiah pada 2007 silam. Kemudian pada 2013, ia melanjutkan studi master ke Flinders University, Sout Australia melalui beasiswa.

Icha juga berotak encer, terbukti saat kuliah dulu ia mendapatkan IPK 3.91. Ia pernah mewakili Unsyiah sebagai pembicara dalam acara wisuda mahasiswa Unsyiah. Tahun 2011 Icha berangkat ke Amerika untuk mengikuti program pertukaran pelajar. Ia mengaku sangat mencintai kegiatan mengajar.

“Senang dalam mengajar, apa lagi anak-anak, ilmu yang kita transfer ke anak-anak bila mereka sukses ada kesenangan sendiri dalam hati,” ujar anak dari pasangan Maimun Rasyid dan almarhum Yusnidar ini.

Selain berbisnis, cita-citanya adalah menjadi dosen. Meski serius menekuni usaha onlinenya tak membuat semangat belajarnya turun. Karena itu Icha suka belajar di luar, dan mencari kesibukan untuk mengajar.

“Saya memang suka mengajar, karena kalau mengajar ilmu kita kan diulang-ulang, jadi dengan begitu apa yang sudah kita pelajari tidak akan mudah dilupakan, dan kalau sudah duduk di rumah pasti nanti saya lupa sama belajar, pasti asyik sama bisnis online, karena itu enaknya cari pengalaman belajar di luar,” ujarnya.[] (ihn)