IDI RAYEUK Lima bendera Bulan Bintang terlihat berkibar di Kecamatan Julok, Aceh Timur, bertepatan dengan hari Kemerdekaan Indonesia, Kamis, 17 Agustus 2017. Bendera tersebut diduga sengaja dikibarkan dalam rangka memperingati perjanjian damai antara Republik Indonesia dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang jatuh pada Selasa, 15 Agustus 2017.
Kelima bendera Bulan Bintang tersebut terlihat dikibarkan di gapura berlatar bendera Merah Putih. Selembar bendera Bulan Bintang lainnya dipasang di pucuk pohon pinang, di depan Masjid Gampong Lhok Seuntang, Kecamatan Julok. Sementara empat bendera lainnya dipasang di pucuk pohon kelapa.
Hingga berita ini dikirim, Kapolsek Julok Ipda Eko Hadianto, telah turun ke lokasi untuk mengamankan bendera tersebut.
Sebelumnya diberitakan, selembar bendera Bulan Bintang juga sempat berkibar diantara bendera Merah Putih di Jembatan Pango, Banda Aceh, Kamis, 17 Agustus 2017 dinihari. Bendera yang sudah ditetapkan dalam Qanun Bendera dan Lambang Aceh ini kemudian menghilang saat wartawan memantau lokasi, pagi Kamis.
Seperti diketahui, Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) telah menetapkan Bulan Bintang sebagai bendera daerah Aceh dalam Qanun Bendera dan Lambang Aceh. Namun, qanun yang sudah dilembardaerahkan ini masih menuai polemik lantaran Jakarta tidak memberikan restu. Hingga kini, pembahasan mengenai Lambang dan Bendera Aceh masih berstatus coolling down.
Beberapa pakar hukum menilai bendera Aceh berupa Bulan Bintang sudah sah untuk dikibarkan. Namun, dikarenakan pertimbangan politik antara Pusat (Jakarta) dengan Pemerintah Aceh yang belum sepaham membuat penegak hukum sering mempermasalahkan pengibaran bendera, yang sebelumnya dipakai sebagai identitas perlawanan oleh Gerakan Aceh Merdeka (GAM) pimpinan almarhum Muhammad Hasan Tiro.[]


