Senin, Juli 22, 2024

Tokoh Masyarakat Kota Sigli...

SIGLI - Para tokoh masyarakat dari 15 gampong dalam Kecamatan Kota Sigli menyatakan...

Tim Polres Aceh Utara...

LHOKSUKON – Kapolres Aceh Utara AKBP Nanang Indra Bakti, S.H., S.I.K., bersama jajarannya...

Pasar Malam di Tanah...

SIGLI - Kegiatan hiburan Pasar Malam yang digelar di tanah wakaf Tgk. Dianjong,...

Tutup Dashat, Kepala DPMPPKB...

ACEH UTARA – Kegiatan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) yang dilaksanakan secara serentak...
BerandaNewsLimbah Menguap, Dewan...

Limbah Menguap, Dewan Minta Pabrik PT GSS Ditutup

SUBULUSSALAM – Limbah Perusahaan Pabrik. PT Global Sawit Semesta (GSS) di Gampong Dasan Raja,Kecamatan Penanggalan,Kota Subulussalam menguap sampai ke pemukiman warga sekitar, dan perkantoran pemerintah.

Atas kejadian itu anggota DPRK Subulussalam menilai pabrik tersebut mencemari lingkungan masyarakat sekitar, dan meminta agar pabrik pengolahan sawit ini ditutup.

Hal ini disampaikan salah seorang anggota Komisi B DPRK Subulussalam, Rasumin, kepada Portalsatu Rabu 3 Februari 2016.

Dalam keterangannya dia meminta manajemen PT.GSS Penaggalan agar bertanggungjawab dengan permasalahan ini.

Menurut Rasumin dengan kejadian tersebut, pihak perusahaan sudah melakukan kejahatan lingkungan yang berdampak pada kehidupan masyarakat sekitar.

“Sesuai dengan UU 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, seharusnya pihak pengelola dan penanggung jawab pabrik tersebut dihukum dengan kurungan penjara,” katanya.

Kejadian tersebut, katanya, akibat tidak dikontrolnya kolam penampung limbah yang dikatakan oleh perusaan meluap akibat banjir ekstrim Sabtu malam.

Rasumin menegaskan kalau memang pabrik tersebut hanya bisa melakukan pencemaran lingkungan, sebaiknya ditutup saja.

“Ini bukan main main karena menyangkut kehidupan masyarakat, sesuai dengan undang-undang yang ada seharusnya mereka semua dipenjara,” kata Rasumin.

Ia meminta kepada manajemen pabrik agar warga yang terkena dampak luapan limbah diberikan bantuan dan juga alat-alat perkantoran yang rusak di Kantor Camat dan KUA Penanggalan.

Rasumin juga mengatakan pihaknya juga akan meminta kepada  Badan Lingkungan Hidup, Kebersihan, Pertamanan Kota Subulussalam untuk menindaklanjuti kasus pencemaran ini.

Menurutnya pencemaran yang sudah terjadi selama ini tidak bisa diselesaikan dalam waktu setahun. Untuk itu pihaknya meminta Badan Lingkungan Hidup, Kebersihan, Pertamanan Kota Subulussalam benar-benar mengambil sikap atas kejadian yang sangat mengancam keselamatan masyarakat yang bermukim di daerah tersebut.

“DPRK juga akan segera meninjau lokasi tersebut untuk mengecek langsung kolam limbah PT.GSS Penanggalan apabila kita menemukan kebocoran akan kita minta pertanggungjawaban dari manajemen pabrik tersebut,” katanya.[](tyb)

Laporan: Wahda

Baca juga: