BANDA ACEH — Juru Bicara Penanganan Covid-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani, kembali mengajak seluruh masyarakat supaya selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan (Prokes) pencegahan Covid-19.
“Mari kita lindungi diri dan keluarga dan orang tua kita dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin,” ujar Saifullah Abdulgani (SAG) kepada wartawan di Banda Aceh, Sabtu, 22 Mei 2021.
Imbauan itu disampaikan SAG lantaran kasus baru konfirmasi positif Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Aceh terus bertambah.
“Korban Covid-19 yang meninggal dunia terus bertambah. Mantan Gubernur Aceh, Bapak Syamsuddin Mahmud juga meninggal dunia di RSUZA Banda Aceh, (Sabtu, 22/05) sekira pukul 10.50 WIB. Kita sangat kehilangan dan berduka, Innalillahi wa innailaihirajiun,” ujarnya lirih.
SAG menuturkan, saat ini kasus aktif Covid-19 di Aceh sudah mencapai 2.014 orang. Padahal, pada Maret lalu sudah turun di bawah seribu orang. Kasus-kasus harian terus bertambah sejak pertengahan April 2021, sehingga pasien Covid-19 yang dirawat saat ini sudah lebih dua ribu orang.
Dia menjelaskan sebagian besar penderita Covid-19 di Aceh merupakan penderita tanpa gejala, atau memiliki gejala ringan, sehingga banyak yang melakukan isolasi mandiri. Gejala yang mereka derita tidak perlu diatasi dengan peralatan medis, karena itu dibolehkan isolasi di rumah masing-masing, namun dalam pantauan ketat petugas kesehatan kecamatan.
Sementara pasien Covid-19 yang kini dirawat di rumah sakit di seluruh Aceh sebanyak 387 orang, yakni 26 orang dirawat di Respiratory Intensive Care Unit (RICU), dan 361 pasien lainnya dirawat di ruang perawatan isolasi rumah sakit. Penggunaan tempat tidur yang ada sudah mencapai 31,7 persen di RICU, dan 47,1 persen ruang isolasi rumah sakit.
“Mari kita doakan penduduk Aceh yang sedang menderita Covid-19 segera sembuh dan tidak ada lagi yang meninggal dunia. Kasus-kasus meninggal dunia itu hendaknya menjadi pembelajaran kita untuk tidak mengabaikan protokol kesehatan. Bila tidak, virus corona terus bergerak leluasa memakan korban, termasuk orangtua kita,” kata SAG.
SAG mengatakan secara akumulatif kasus Covid-19 di Aceh per 22 Mei 2021 telah mencapai 13.125 kasus/orang. Rinciannya, para penyintas, yang sudah sembuh dari Covid-19 sebanyak 10.581 orang. Penderita yang kini dirawat 2.014 orang, dan pasien yang meninggal dunia sudah mencapai 530 orang.
SAG melaporkan kasus probable yang secara akumulatif sebanyak 725 orang, meliputi 633 orang sudah selesai isolasi, 13 orang isolasi di rumah sakit, dan 79 orang meninggal dunia. Kasus probable merupakan kasus-kasus yang menunjukkan indikasi kuat sebagai Covid-19, urai SAG.
Sedangkan kasus suspek secara akumulatif tercatat sebanyak 9.311 orang. Suspek yang telah usai isolasi sebanyak 9.083 orang, sedang isolasi di rumah 156 orang, dan 72 orang sedang isolasi di rumah sakit, tutupnya [](Irm)





