SUBULUSSALAM – Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) DPD Kota Subulussalam menyoroti realisasi pembangunan proyek Pasar Modern Terminal Terpadu Kota Subulussalam yang menelan anggaran Rp 16 miliar lebih dari APBN 2016. Namun realisasinya dinilai tidak maksimal karena banyak asbes yang bocor dan juga sejumlah dindingnya.

Sekretaris Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) DPD Kota Subulussalam, Satria Tumangger kepada portalsatu.com, Rabu, 22 Maret 2017 mengatakan, hasil pengerjaan pihak rekanan sangat buruk, sejumlah kios tampak basah diduga akibat asbes bocor. Belum lagi terdapat beberapa dinding retak akibat pengerjaan asal-asalan.

“Hasil pengamatan LIRA di lapangan, kita temukan ada puluhan titik asbes lembab berarti bocor di atas,” kata Satria Tumangger setelah meninjau langsung kondisi bangunan pasar modern pada, Selasa kemarin.

LIRA menyebutkan, proyek tersebut sudah dilakukan serah terima beberapa waktu lalu dari pihak rekanan kepada pemerintah, namun pengerjaan masih berlangsung.

“Harusnya pengerjaan selesai baru serah terima. Karena masih ada beberapa item pengerjaan belum siap seperti pemasangan keramik bagian teras,” kata Satria.

Satria meminta Dinas Perindustrian Perdagangan dan UKM Kota Subulussalam menginstruksikan kepada pihak rekanan supaya memperbaiki sejumlah item perkerjaan yang masih bermasalah.

Sementara itu Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan UKM Kota Subulussalam, Asrul belum berhasil dikonfirmasi. Yang bersangkutan tidak mengangkat telponnya ketika dihubungi.[]