BANDA ACEH – Museum kapal PLTD Apung terpaksa ditutup karena listrik mati sejak pagi, Selasa, 27 Desember 2016. Hal ini membuat sejumlah pengunjung situs tsunami yang berada di Gampong Punge Blang Cut, Banda Aceh, tersebut kecewa.
“Matee listrik. Gardu beurutoh,” kata Fauzan, salah satu petugas jaga di Kapal PLTD Apung kepada portalsatu.com.
Dia mengatakan, saat ini gardu listrik tersebut sedang diperbaiki oleh petugas PT PLN (Persero). Menurut Fauzan, jika listrik mati maka Museum Kapal PLTD Apung tidak bisa dibuka.
“Hanjeut dibuka, hana deuh sapeu. Suum lom di dalam,” ujarnya.
Seperti diketahui, Kapal PLTD Apung merupakan milik PT PLN (Persero) yang terdampar saat bencana tsunami terjadi pada pagi Minggu, 26 Desember 2004 lalu. Kapal berbobot 2.600 ton tersebut sengaja didatangkan pemerintah sesaat sebelum tsunami terjadi untuk menambah pasokan daya listrik di Aceh. Sebelum tsunami, kapal apung ini ditambatkan di pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh.[]


