LHOKSUKON – Sering padamnya listrik di Aceh Utara membuat anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Utara, H. Jirwani, menyambangi Kantor PLN Rayon Krueng Geukueh, Kecamatan Dewantara, untuk mempertanyakan hal tersebut, Rabu, 19 Februari 2020.
“Kedatangan saya untuk mempertanyakan tentang seringnya mati lampu di beberapa kecamatan di bawah pelayanan Unit PLN Krueng Geukueh. Ini aspirasi masyarakat, jadi saya harus menanyakan hal ini,” kata Jirwani, yang juga anggota Komisi C DPRK dari Fraksi Partai Aceh.
Menurut Jirwani, dalam sepekan terakhir kondisi listrik di Kecamatan Nisam dan Dewantara kacau akibat pemadaman mendadak tanpa pemberitahuan dari PLN Krueng Geukueh. Bahkan, pada Rabu kemarin, empat kali listrik padam, sehingga masyarakat terutama yang memiliki usaha menjadi geram dan tidak tahu sama siapa ingin melaporkan hal tersebut.
Dia menambahkan, pihaknya juga menanyakan tentang manfaat PLTMG Arun di Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, yang mampu menghasilkan daya listrik 184 Megawatt (MW). “PLTMG itu sebenarnya untuk siapa, dan kenapa gangguan listrik di Medan yang dampaknya ke Aceh,” kata Jirwani.
Menurut Jirwani, jika PLTMG itu tidak bermanfaat untuk masyarakat Aceh Utara maupun Lhokseumawe dan Aceh umumnya, keberadaannya itu patut dipertanyakan. Jangan sampai perusahaan di Aceh, tapi suplai listriknya ke Medan.
“Ini harus dipertanyakan, karena di Lhokseumawe ada dua perusahaan pembangkit listrik, yakni PLTMG Arun yang yang menghasilkan 184 MW, dan PLTMG Sumbagut dengan berkapasitas 250 MW,” ujarnya.
Jirwani berharap Pemerintah Aceh Utara agar mengevaluasi kembali untung rugi keberadaan proyek industri tersebut, dan membuat peraturan agar masyarakat mendapat kompesasi jika pemadamannya melebihi deklarasi Tingkat Mutu Pelayanan (TMP) PLN.
“Keberadaan perusahaan itu menguntungkan masyarakat Aceh tidak. Jika menguntukan kenapa kita masih bergantungan dengan arus listrik di Medan. Saya berharap Bupati Aceh Utara membuat peraturan tentang kompesasi yang harus dibayar PLN kepada pelanggan jika listrik padam melebihi TMP,” ungkap Jirwani.
Sementara itu, Supervisor Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) pada Bagian Jaringan PT PLN (Persero) ULP Krueng Geukueh, Syukri, menyampaikan, pihaknya meminta maaf karena Manajer Rayon PT PLN Krueng Geukueh tidak berada di tempat, karena sedang tugas di luar kota. Berkenaan hidup matinya listrik di beberapa kecamatan di wilayah kerjanya, itu karena masih banyak pohon yang mengenai kabel listrik.
“Kami akui listrik sering padam hidup, tapi tim kami juga bekerja dengan sepenuh tenaga untuk penormalan arus listrik. Dan di lapangan banyak kendala terutama ketika ada pohon yang mau dibersihkan, masyarakat meminta kompesasi,” ucap Syukri.[Rilis]




