LHOKSUKON – Pedagang kaki lima (PKL) di Keude Geudong, Kecamatan Samudera, Aceh Utara, menilai penertiban yang dilakukan pemerintah daerah tidak efektif. Pasalnya, lokasi disediakan pemerintah untuk PKL itu kurang layak bagi penjualan, dan tergenang air saat hujan.

Hal itu diungkapkan salah seorang pedagang di Keude Geudong, Mahmudin, kepada portalsatu.com/, Kamis 10 Mei 2018. Menurut dia, para PKL lebih nyaman berjualan di tempat sebelumnya, apalagi sudah bertahun-tahun menempatkan lapak di Keude Geudong.

“Yang menghidupkan suasana di Keude Geudong selama ini adalah berkat adanya para pedagang kaki lima atau PKL. Orang yang berjualan di toko pun mudah menarik pelanggan atau pembeli. Karena biasanya masyarakat saat berbelanja bisa memilih di mana harga barang yang terjangkau, jika harganya mahal di toko maka mereka (pembeli) bisa membeli pakaian kepada kami (PKL). Artinya ada pilihan dan memudahkan bagi pembeli,” kata Mahmudin.

Mahmudin menyebutkan, PKL akan kehilangan omzet dan pelanggan karena sudah dipindahkan ke tempat lain. Dia menilai, lokasi berjualan yang disediakan Pemerintah Aceh Utara itu kurang efektif. Pasalnya, kata dia, tempat itu bukan untuk berjualan, tetapi difungsikan sebagai Terminal Geudong bagi kenderaan roda empat.

“Apalagi ketika kondisi hujan seperti ini, air pun mudah tergenang di tempat jualan disebabkan tidak ada saluran untuk menyalurkan air pembuangan. Jika demikian, sehingga masyarakat enggan mengunjungi lokasi jualan yang baru ini, karena tempatnya kurang bagus,” ujar Mahmudin.

Hal senada dismpaikan pedagang lainnya, Amri. Ia merasa  kecewa atas penertiban ini, karena sangat sulit bagi pedagang dalam mengembangkan usahanya. 

“Banyak pedagang yang tidak nyaman untuk berjualan di lokasi (terminal) ini, terlebih jalan masuk hanya satu arah (pintu), kurang strategis. Ditambah lagi tergenang air ketika hujan, ini cukup mengganggu kenyamanan bagi pedagang maupun masyarakat yang hendak berbelanja pakaian maupun lainnya. Kita perkirakan tidak bisa mendapatkan keuntungan,” ungkap Amri.

Amri menambahkan, memang saat penertiban tadi para pedagang tidak ada yang melakukan penolakan. Kata dia, pihaknya menuruti jika sudah dipindahkan tempat berjualan tersebut. “Namun, sayangnya pedagang tidak beruntung sama sekali, bahkan tingkat pembeli pun akan menurun,” katanya.[] 

Penulis: Muhammad Fazil