LHOKSEUMAWE – Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Aceh (LPMA) adakan panen raya bibit padi IF8 bersama Dinas Pertanian Aceh dan tim sergap mabes TNI serta masyarakat dan petani pedalaman Nisam, Selasa, 17 April 2018.
LPMA dan pemerintah Aceh melakukan panen perdana bibit padi IF8 di Gampong (Desa) Meunasah Rayek Kecamatan Nisam, Kabupaten Aceh Utara. Panen raya tersebut dihadiri Tim Serap Gabah Petani (Sergap) dari Mabes TNI Kol. Inf Hendri dan Staf Ahli Gubernur Aceh serta Kepala Dinas Pertanian Aceh.
Selain itu juga hadir Ketua Umum LPMA Pusat Gumarni,S.H.,M.Si, rombongan Lembaga Peduli Aceh (LPA) dari Jakarta, Dandim 0103/Aut, dan Staf Ahli Bupati Aceh Utara Ir.H. Mawardi.
Acara panen raya tersebut berjalan aman dan lancar serta dihadiri seribuan masyarakat seputaran Nisam.
Gumarni mengatakan hasil panen padi IF8 tersebut sangat memuaskan setelah pengambilan ubinan oleh tim penyuluh petani kecamatan Nisam dibantu penyuluh dari kelompok tani siugenta Gampong Mns Rayek Kecamatan Nisam Kabupaten Aceh Utara hasil varietas IF8 dengan jumlah 88 rumpun. Berat ubinan 6.905 kg x 1600: total 11.048 ton/ Ha.
“Petani itu pahlawan tampa dikenal. Karna jasa bapak petani, sehingga seluruh warga negara dapat menikmati hidup sehat saat mereka lapar. Untuk apa uang segudang jika petani tidak turun ke sawah apakah uang tersebut dapat dimasak seperti beras? Maka dengan demikian mari kita semangati petani agar rajin turun ke sawah dan secara tidak langsung petani adalah tulang punggung negara, Maka jangan pernah merasa kecil jadi petani,” kata Gumarni.
Kepala Dinas Pertanian Aceh, Ir. Hanan, mengatakan, apresiasi yang sangat luar biasa kepada LPMA yang telah berhasil membangkitkan semangat baru bagi petani Nisam.
“Semoga ke depan LPMA dapat melanjutkan programnyaseluruh penjuru Aceh dan kami segenap jajaran Dinas pertanian Aceh sangat mendukung karja baik dan nyata yang telah LPMA laksanakan seperti Panen Raya hari ini,” katanya.
Sedangkan staf Ahli Gubernur Aceh mengatakan, rencana awal kegiatan ini dilakukan Panen Raya oleh Presiden RI, namun karna ada halangan yang tidak bisa ditinggalkan sehingga kegiatan ini diwakili oleh Pemerintah Aceh untuk mendampingi panen raya yang dilakukan LPMA ini.[](Rel)



