BANDA ACEH – Mengenyam pendidikan di bangku perguruan tinggi agaknya menjadi idaman semua orang, apalagi dapat lulus dengan predikat terpuji atau cum laude. Bagi lulusan terbaik mungkin bakal ada perusahaan atau tempat tertentu yang bakal menawarkan pekerjaan dengan gaji tinggi.

Tak sedikit juga lulusan terpuji yang melanjutkan studi master untuk dapat mengajar kembali di almamaternya. Namun hal itu tak terjadi pada Muthia Ulfa. Dara cantik kelahiran Banda Aceh ini lebih memilih terjun ke dunia usaha yang dianggap lebih menantang.

Alumni Tata Boga, FKIP Unsyiah ini lebih memilih memulai usaha kuliner ketimbang menjadi koki di restoran ternama atau hotel tertentu. Lulusan terbaik Tata Boga FKIP Unsyiah tahun 2015 ini pun memulai usaha pancake durian yang ia beri nama The Most Dessert.

“Usaha ini sudah saya tekuni dari dulu. Sebelumnya Tia mulai dengan jualan di gerobak, sekarang kita jualannya online,” ucap Muthia akrab disapa Tia kepada portalsatu.com, Minggu, 28 Mei 2017.

Meluasnya pengunaan sosial media membuat Tia semakin mudah memasarkan produknya. Ia pun beralih dari gerobak ke industri rumahan. Kini ia hanya berjualan melalui lini masa seperti Facebook, Instagram, atau WhatsApp. Melalui akun instagram @themostdessert_ ia pun mempromosikan dagangannya itu.

Meski demikian ia mengaku kewalahan memenuhi pesanan. Tia mengaku ada beberapa pelanggan yang minta diantar langsung. “Kendalanya yang pertama itu banyak yang delivery order,” ucap Tia.

Dengan menggunakan bahan premium, Tia mengatakan pancake durian bikinannya itu lebih nikmat dengan harga terjangkau. Dara yang pernah duduk di bangku  SMA 4 Banda Aceh ini mengatakan produknya itu tidak mengandung bahan berbahaya dan menggunakan durian pilihan.

Uniknya, permintaan pancake durian akan meningkat di luar musim durian. Hal ini awalya membuat Tia kewalahan untuk menyediakan durian yang bagus. Namun lama kelamaan ia mulai mencari cara untuk menyikapi hal tersebut.

“Sekarang Tia udah punya kontak beberapa penyedia durian, dan Alhamdulillah selalu ada,” kata Tia sembari memperlihatkan pancake duriannya tersebut.

Ternyata industri rumahan yang ia tekuni sendiri itu sangat menjanjikan. Meski tanpa karyawan ia dapat memperoleh omzet belasan juta rupiah perbulan. Tia mengaku bisa meraup untung atau laba mencapai 5 sampai 6 juta rupiah perbulan.

“Laba bersihnya mungkin sampai 6 jutaan perbulannya,” ucap dara kelahiran 24 tahun lalu itu.

Pancake durian olahan Tia memang terbilang nikmat. Dalam keadaan beku durian ini dapat tahan lebih satu minggu. Rasa duriannya pun terbilang lezat dan beraroma khas durian yang sangat kuat.

“Pernah coba durian Medan tapi aromanya nggak sekuat aroma durian Aceh, jadi sekarang kita tetap pakai durian Aceh,” kata dia lagi.

Meski terkendala di modal Tia tak pernah kehilangan visi. Ia berkeinginan punya toko sendiri yang menjual produknya itu meski tak menghilangkan ciri penjualan online. Ia bahkan berkeinginan kue bikinannya itu menjadi oleh-oleh khas Aceh.

“Kendalanya juga di  modal, Tia pengen-nya ini jadi oleh-oleh atau jadi pilihan bagi orang yang ingin mencicipi durian Aceh,” kata Tia.

Bagi Tia dunia akademik memang utama, tetapi punya usaha juga jadi prioritas. Tia bahkan kerap dimintai oleh beberapa pihak untuk menjadi pemateri dalam pengolahan bahan makanan di beberapa desa. Dalam beberapa program ia juga sempat jadi mentor. Bagi dia dalam dunia bisnis yang paling penting adalah berusaha dan tidak cepat menyerah.

“Kalau mau bisnis jangan pernah takut mencoba, lakukan sebisa mungkin, semaksimal mungkin dan jangan pernah menyerah,” kata Tia.

Bagi Anda yang ingin mencicipi pancake durian The Most Dessert dapat menghubungi Tia di jaringan WhatsApp +6285360631069 atau di jaringan line dengan ID thyaulfa atau bagi yang ingin melihat jenis produknya dapat melihat langsung di akun instagramnya @themostdessert_ dan bisa langsung memesannya.[]